Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Inflasi Siantar Desember 2025 Naik 5,37 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Mistar.idJumat, 9 Januari 2026 pukul 17.06 WIB
inflasi_siantar_desember_2025_naik_537_persen_harga_pangan_jadi_pemicu_utama

Kepala Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman. (foto:abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kepala Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menyebut inflasi di Kota Pematangsiantar pada Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen (month to month/mtm) dan 5,37 persen (year on year/yoy). Kenaikan harga bahan pangan menjadi penyumbang utama inflasi tersebut.

“Inflasi pada Desember 2025 dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa tingginya curah hujan yang berdampak pada penurunan produksi akibat puso serta gangguan distribusi di beberapa wilayah,” ujarnya kepada Mistar.id, Jumat (9/1/2026).

Kondisi tersebut diperkuat oleh peningkatan permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur Tahun Baru.

“Komoditas penyumbang inflasi antara lain cabai rawit sebesar 0,18 persen, bawang merah 0,17 persen, dan emas perhiasan 0,11 persen. Sementara komoditas penyumbang deflasi yaitu tomat sebesar 0,05 persen, wortel 0,04 persen, dan kentang 0,03 persen,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Ahmadi menjelaskan Bank Indonesia terus melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi.

“Sepanjang Desember 2025, telah dilaksanakan pasar murah di 19 titik untuk memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Selain itu, dilakukan inspeksi mendadak pasar bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun guna memastikan ketersediaan pasokan dan kewajaran harga menjelang Natal dan Tahun Baru,” ucapnya.

Bank Indonesia juga melakukan penguatan koordinasi melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Asahan serta implementasi early warning system (EWS) bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar.

“Langkah ini dilakukan guna meningkatkan efektivitas pemantauan dan respons kebijakan pengendalian inflasi secara real time,” katanya.

Ahmadi menambahkan, ke depan Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi pengendalian inflasi melalui kebijakan yang adaptif, terukur, dan berbasis data.

“Pengembangan EWS yang tengah dilakukan dapat menjadi kunci program pengendalian inflasi yang tepat waktu dan tepat sasaran. Dengan komitmen dan langkah strategis yang konsisten, inflasi pada 2026 diyakini dapat terjaga dalam kisaran sasaran yang ditetapkan guna mendukung stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN