IHSG Melemah Meski Harga Minyak Dunia Turun

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Antara)
Medan, MISTAR.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/7/2026) melemah ke 6.175 meski harga minyak mentah dunia turun.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan IHSG saat ini berada di situasi menunggu perubahan internal, khususnya keuangan emiten.
"Awal perdagangan, IHSG sempat melemah di 6.175. Namun, terpantau mampu berbalik ke zona hijau. Saat ini pelaku pasar saham sedang menunggu rilis kinerja keuangan emiten yang menjadi penggerak pasar jangka pendek," katanya.
Sedangkan harga minyak mentah dunia jenis brent turun tajam ke level 87 dolar AS per barel. Angka ini jauh dari pekan lalu yang mencapai 100 dolar AS per barel. Penurunan ini dipicu hubungan geopolitik Iran dan AS yang membaik.
Secara teori, Gunawan menyampaikan harusnya harga minyak mentah yang melandai akan meredakan ekspektasi inflasu global. Namun, sentimen positif belum mampu membawa bursa Asia ke zona hijau.
Di sisi lain, pergerakan IHSG juga tidak terlepas dari tekanan yang terjadi di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah anjlok hingga Rp18.070 per dolar AS.
Rupiah bahkan diproyeksikan berpeluang mendekati rekor terendah di kisaran Rp18.150 per dolar AS pasca mundurnya Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Kondisi mata uang yang memburuk membuat perhatian investor pasar modal tertuju pada isu independensi BI serta kepastian arah kebijakan fiskal dan moneter ke depan.
Suksesi kepemimpinan di bank sentral menjadi titik krusial dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar.
"Selain isu internal Bank Indonesia, fokus dan sentimen pasar saham dalam sepekan ke depan juga masih akan dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi penting dari Amerika Serikat serta dinamika politik global," ujar Gunawan.[]
PREVIOUS ARTICLE
Hari Ini Harga Emas Antam Ambruk, Segini per Gramnya




















