IHSG Dibuka Menguat ke 6.988, Investor Cermati Sentimen Global dan Data Ekonomi

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Jakarta, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Senin (4/5/2026) pagi, naik 32,12 poin atau 0,46 persen ke level 6.988,92. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks.
Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada peluang dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya data tenaga kerja dan sektor jasa Institute for Supply Management (ISM).
Harga minyak mentah sebelumnya sempat melemah setelah Iran mengajukan proposal perdamaian baru kepada AS melalui Pakistan. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal tersebut.
Di sisi lain, Trump juga menghadapi tenggat waktu 60 hari sesuai War Powers Resolution terkait kebijakan militer dalam konflik dengan Iran. Pemerintah AS menilai gencatan senjata sejak 7 April 2026 telah mengakhiri permusuhan, sehingga tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk melanjutkan kebijakan terkait.
Dari dalam negeri, pasar dibayangi sejumlah rilis data ekonomi sepanjang pekan ini, di antaranya indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, serta inflasi pada 4 Mei 2026. Selanjutnya, data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dijadwalkan rilis pada 5 Mei 2026, disusul data cadangan devisa, indeks harga properti, dan penjualan mobil pada 8 Mei 2026.
Sementara itu, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir Maret mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan defisit 0,43 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan defisit dipengaruhi oleh lonjakan belanja negara sebesar 31,4 persen menjadi Rp815 triliun, sementara pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2 persen dari target.
Kondisi fiskal tersebut turut menjadi perhatian investor di tengah kekhawatiran terhadap disiplin fiskal dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan jika mampu bertahan di atas level 7.000 dengan target pergerakan di kisaran 7.020 hingga 7.150. Namun, apabila masih berada di bawah level tersebut, IHSG berpotensi menguji rentang support di area 6.750 hingga 6.850. (hm25)





















