Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Minyakita di Pematangsiantar Tembus Rp22.000

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 14.57
AN
AS
harga_minyakita_di_pematangsiantar_tembus_rp22000

Salah satu pedagang di Pasar Dwikora. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga minyak goreng Minyakita di Kota Pematangsiantar melonjak hingga Rp22.000 per liter atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Kelangkaan pasokan hingga dugaan permainan di rantai distribusi disebut menjadi penyebab meroketnya harga komoditas tersebut.

Berdasarkan pantauan Mistar di Pasar Tradisional Dwikora pada Selasa (9/6/2026), harga Minyakita telah menyentuh angka Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter. Sejumlah pedagang maupun masyarakat mengeluhkan akan harga yang semakin liar.

Marga Sihombing, salah seorang pedagang sembako di Pasar Dwikora, mengungkapkan lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan pasokan yang terjadi belakangan ini.

"Sekarang kami jual Rp20.000 per liter, bahkan ada juga yang jual sampai Rp22.000 per liter. Sebelumnya masih sempat di harga Rp18.000. Masalah utamanya itu stok Minyakita sekarang langka. Barangnya susah didapat. Itu yang buat harganya melambung tinggi," ujar Sihombing.

Ia melanjutkan, minimnya pasokan dari pihak distributor memaksa para pedagang di pasar tradisional untuk menaikkan harga jual demi menutupi modal operasional yang kian membengkak.

Menanggapi carut-marut harga Minyakita di lapangan, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan terus melakukan berbagai upaya taktis untuk menstabilkan harga bahan pokok.

Langkah pertama yang diambil adalah mengunci pergerakan para mitra Bulog agar tidak ikut-ikutan menaikkan harga di tengah situasi yang keruh ini.

"Kita amankan dulu lah pedagang yang mitra Bulog. Karena kan banyak ini mitra Bulog, jangan sampai mereka ikut-ikutan menaikkan harga. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog agar mengingatkan mitranya untuk tetap konsisten pada harga (HET)," tegas Herbert.

Selain itu, dinas terkait juga langsung menggenjot program operasi pasar murah guna menekan harga Minyakita dan bahan pokok lainnya di tingkat masyarakat.

Lebih lanjut, Herbert Aruan mengendus adanya ketidakberesan di rantai pasokan. Ia mencurigai lonjakan harga dan langkanya Minyakita ini merupakan imbas dari sebuah permainan oknum tertentu. Pasalnya, saat petugas turun ke lapangan, para pedagang kompak memberikan jawaban yang janggal dan terkesan menutupi sesuatu.

"Kalau untuk penyebab mahalnya Minyakita ini, diduga merupakan sebuah permainan. Tapi di mana permainannya, kita belum tahu. Karena ketika kita turun ke lapangan dan bertanya kepada pedagang kenapa buat harga mahal, namun mereka juga mengaku membeli dengan Harga mahal. Saat kita tanya di mana belinya, mereka menjawab tidak tahu. Macam-macam ajalah jawaban dari para pedagang," ungkap Herbert heran.

Terkait sanksi bagi pedagang nakal yang nekat menjual di atas HET, Herbert menjelaskan kewenangan eksekusi hukum berada di tangan aparat penegak hukum.

"Kalau untuk penindakan pedagang yang menjual Minyakita di atas HET, itu dilakukan oleh pihak kepolisian, yaitu Polres Pematangsiantar. Kami tidak bisa menindak, tapi kami selalu memberikan teguran dan peringatan keras kepada pedagang tersebut. Dalam menstabilkan harga ini, kita tidak tinggal diam, tetap ada upaya yang kita lakukan," tuturnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN