Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Semakin Mahal, Untung Pedagang Mi Semakin Tipis di Toba

Mistar.idJumat, 9 Januari 2026 pukul 13.08 WIB
harga_cabai_semakin_mahal_untung_pedagang_mi_semakin_tipis_di_toba

Cabai. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Mahalnya harga cabai di Kabupaten Toba memengaruhi omzet pedagang di wilayah tersebut. Salah satu pedagang mi di Kecamatan Laguboti, Yeskiel Nainggolan, mengatakan jika harga cabai membuat keuntungan semakin menipis karena ia tidak bisa menaikkan harga jual.

“Meski harga cabai mahal, tidak bisa harga mi ikut dinaikkan atau porsinya dikurangi. Sebab, jika harga dinaikkan, maka pelanggan tidak mau beli lagi. Pasrah saja dengan untung yang semakin menipis," ucap Yeskiel, Jumat (9/1/2026).

Selain keuntungan yang semakin menipis, Yeskiel menjelaskan jika daya beli masyarakat satu tahun belakangan ikut menurun.

"Sebelumnya, dalam sehari saya bisa menjual sekitar 100 porsi lebih. Sekarang menjual 50 porsi mi saja sudah bagus. Terlebih dampak efisiensi anggaran sangat mengurangi daya beli saat ini," ujarnya.

Yeskiel berharap kondisi ekonomi di Sumatra Utara cepat pulih agar daya beli masyarakat bisa kembali membaik.

"Jika ekonomi masyarakat tidak cepat membaik, bisa banyak yang stres. Hidup ini bukan sekadar hanya untuk kebutuhan makan saja. Masih banyak kebutuhan yang dapat menghibur diri atau menyenangkan diri, seperti kebutuhan biaya pendidikan anak," tuturnya.

Diketahui, harga cabai dalam beberapa bulan belakangan terbilang mahal. Harga cabai merah keriting sempat menyentuh harga Rp100.000 per kilogram (kg). Hari ini terpantau Rp60.000 per kg. Kemudian, cabai rawit hijau hingga saat ini masih bertahan di harga Rp80.000 per kg. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN