Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Awal 2026, Harga Bahan Pokok di Pematangsiantar Masih Melonjak, Ini Penyebabnya

Mistar.idJumat, 9 Januari 2026 pukul 15.24 WIB
awal_2026_harga_bahan_pokok_di_pematangsiantar_masih_melonjak_ini_penyebabnya

Pengamat Ekonomi Universitas Simalungun Dr. Darwin Damanik. (foto:dok/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Memasuki awal tahun 2026, harga bahan pokok masih terus mengalami kenaikan dan menjadikan beban hidup masyarakat semakin bertambah.

Pengamat Ekonomi Universitas Simalungun, Dr Darwin Damanik, mengatakan kenaikan harga ini terjadi karena jalur distribusi yang masih terganggu di beberapa daerah sentra produksi.

“Ditambah lagi kondisi cuaca yang buruk sehingga menyebabkan banjir dan longsor, membuat pengiriman barang menjadi sulit dan akhirnya harga barang menjadi naik,” ujarnya kepada Mistar.id, Jumat (9/1/2026).

Darwin menjelaskan, faktor musiman selalu terjadi pada saat hari raya, di mana permintaan atau konsumsi masyarakat meningkat.

“Seperti biasa, pemerintah bisa mengantisipasi dengan turun ke lapangan untuk operasi pasar dan juga memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok dari sentra produksi daerah terdekat,” ucapnya.

Di kesempatan berbeda, seorang pedagang di Pasar Dwikora, Mak Steven, mengatakan bahwa harga cabai dan bawang pada beberapa pekan di awal tahun ini cenderung masih tinggi.

“Seperti harga cabai rawit saat ini masih bertahan mahal, Rp60.000 per kilogram,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Mistar.id, harga cabai rawit masih bertahan mahal Rp60.000 per kilogram, cabai merah Rp20.000 hingga Rp28.000 per kilogram, dan cabai hijau Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masih bertahan di angka Rp36.000 per kilogram.

Hal serupa diungkapkan pedagang lain, Mariana. Menurutnya, tingginya harga bahan pokok membuat daya beli masyarakat menurun.

“Pembeli banyak yang mengeluh. Biasanya mereka beli cabai satu kilogram, sekarang hanya setengah atau seperempat kilogram. Karena harganya masih tinggi, mereka mengurangi jumlah belanja,” katanya.

Ia menambahkan, harga bahan pokok berpotensi mengalami kenaikan lagi menjelang Ramadan akibat cuaca buruk di beberapa daerah penghasil komoditas pertanian.

“Kalau tidak ada intervensi dari pemerintah, bisa saja harga naik lagi menjelang puasa karena permintaan pasti meningkat,” tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN