Harga Cabai Rawit Hijau di Toba Tembus Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Terbatas Jadi Penyebab

Pedagang cabai di Pasar Porsea, Nobel Simatupang. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID – Harga cabai rawit hijau naik cukup tinggi dalam sebulan terakhir. Kenaikan terjadi dua kali dan menurut pedagang di Pasar Porsea, Kabupaten Toba, disebabkan stok yang terbatas dari petani maupun pemasok (toke).
Salah seorang pedagang di Pasar Porsea, Nobel Simatupang, mengatakan pada awal hingga akhir Juni 2026, pedagang masih mampu menjual cabai rawit hijau dengan harga paling tinggi Rp35.000 per kilogram.
"Memasuki Juli 2026 kembali naik sekitar Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Saat ini, akhir Juli, puncak kenaikan cabai rawit hijau mencapai Rp20.000 per kilogram. Mayoritas pedagang menjual kepada konsumen dengan harga minimal Rp65.000 per kilogram, bahkan tidak sedikit yang menjual Rp70.000 per kilogram," ucap Nobel, Jumat (24/7/2026).
Nobel menyebut, berbeda dengan cabai rawit hijau, harga andaliman dan cabai merah keriting masih stagnan selama dua bulan terakhir. Fluktuasi harga andaliman dan cabai merah keriting hanya sekitar Rp5.000 per kilogram.
"Saat ini cabai merah keriting dijual pedagang kepada konsumen Rp40.000 per kilogram, sementara harga andaliman Rp60.000 per kilogram," ujarnya.
Terpisah, salah seorang petani cabai rawit yang ditemui wartawan Mistar.id di Pasar Porsea saat menjual cabai rawit keriting mengaku senang dengan tingginya harga jual cabai saat ini.
"Semoga saja harga cabai rawit hijau dapat bertahan hingga beberapa bulan ke depan. Jika memungkinkan hingga akhir tahun, harga jual kepada pedagang stabil Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram," ucap M. Sirait, salah seorang petani cabai di Kecamatan Porsea.
Sementara itu, salah seorang konsumen, Dorta, mengatakan kenaikan harga cabai rawit hijau tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi keuangan keluarganya. Berbeda jika cabai merah keriting mengalami kenaikan, hal tersebut akan lebih berdampak.
"Saya lebih sering menggunakan cabai merah keriting, dan kemungkinan ibu rumah tangga lain juga demikian. Saya rasa yang paling berdampak terhadap naiknya harga cabai rawit hijau adalah rumah makan khas Batak yang membutuhkan cabai rawit cukup banyak untuk masakannya," tutur Dorta.
PREVIOUS ARTICLE
Apindo Minta Prabowo Tinjau Aturan Rokok di PP 28/2024, Khawatir PHK Massal dan Rokok IlegalBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER






Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?



















