Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Merah di Sumut Berpotensi Naik Pekan Depan

Mistar.idMinggu, 25 Januari 2026 pukul 14.59 WIB
harga_cabai_merah_di_sumut_berpotensi_naik_pekan_depan

Pedagang bahan pokok di Pasar Sukaramai Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dampak banjir besar yang melanda berbagai wilayah Sumut pada November 2025 mulai berdampak pada harga cabai merah.

Saat ini, Minggu (25/1/2026), harga cabai merah di akhir pekan terpantau berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp24.000 per kilogram (kg), sementara cabai hijau berada di level Rp19.000 per kg. Kedua komoditas ini diprediksi akan bergerak naik dalam sepekan ke depan walaupun dalam rentang yang masih terbatas.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, bencana mengganggu produktivitas lahan sehingga panen cabai merah dan hijau di Sumut tidak akan maksimal hingga Februari mendatang.

"Meskipun ada pasokan pendukung dari luar wilayah Sumut, hal tersebut dinilai hanya akan meredam lompatan harga namun tidak bisa menghindarkan potensi kenaikan di tingkat pasar," katanya, Minggu (25/1/2026).

Sebaliknya, harga cabai rawit yang kini berada di angka Rp40.000 per kg berpeluang turun karena masuknya pasokan dari Aceh.

Untuk komoditas bumbu dapur lainnya, harga bawang merah diperkirakan akan tetap stabil di kisaran Rp28.000 hingga Rp33.000 per kg.

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor protein hewani, di mana daging ayam yang dibanderol Rp33.000 hingga Rp40.000 per kg diprediksi tidak akan banyak bergerak hingga menjelang bulan Ramadhan.

Demikian pula dengan harga daging sapi yang berada di rentang Rp110.000 hingga Rp140.000 per kg, serta telur ayam yang stabil di harga Rp1.600 hingga Rp2.300 per butir.

Gunawan juga mencatat bahwa harga bahan pangan strategis seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng menunjukkan tren yang terkendali.

"Melimpahnya pasokan di level produsen menjaga harga beras tetap di kisaran Rp13.800 hingga Rp14.300 per kg," ujarnya.

Sementara itu, kelompok hortikultura seperti tomat, wortel, dan kentang diperkirakan akan bergerak secara volatile namun tetap dalam batas wajar tanpa perubahan drastis dibandingkan pekan sebelumnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN