Harga Cabai di Samosir Turun Tajam, Sejumlah Bahan Pokok Masih di Atas HET

Sekretaris dinas Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Samosir, Ferdinand Sitanggang diruang kerjanya. (foto:pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional pada Rabu, 7 Januari 2026 dibandingkan dengan Rabu, 14 Januari 2026 menunjukkan penurunan harga pada sejumlah komoditas hortikultura. Sementara itu, mayoritas komoditas pangan lainnya tidak mengalami fluktuasi harga. Meski demikian, sejumlah bahan pangan strategis masih tercatat berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit hijau yang pada 7 Januari 2026 tercatat Rp75.000 per kilogram, kemudian turun tajam menjadi Rp45.000 per kilogram pada 14 Januari 2026 atau turun Rp30.000. Cabai merah keriting juga mengalami penurunan, dari Rp28.000 per kilogram pada 7 Januari 2026 menjadi Rp20.000 per kilogram pada 14 Januari 2026 atau turun Rp8.000 per kilogram. Kedua komoditas ini tidak memiliki HET sehingga harganya sangat dipengaruhi pasokan.
Selain cabai, bawang merah lokal tercatat turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp40.000 pada 7 Januari 2026 menjadi Rp38.000 pada 14 Januari 2026. Namun, harga tersebut masih berada di atas HET sebesar Rp36.500 per kilogram.
Daging ayam broiler juga mengalami penurunan dari Rp44.000 menjadi Rp43.000 per kilogram, meskipun masih melampaui HET Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga jagung pipilan kering turun dari Rp8.200 menjadi Rp8.000 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, Minyakita tercatat turun dari Rp16.000 pada 7 Januari 2026 menjadi Rp15.700 per kilogram pada 14 Januari 2026 dan telah sesuai dengan HET Rp15.700 per kilogram. Sementara minyak goreng premium tetap stabil di angka Rp22.000 per kilogram pada kedua tanggal tersebut.
Selama periode pemantauan, tidak terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga. Sejumlah komoditas strategis tercatat stabil, di antaranya beras premium yang tetap Rp15.600 per kilogram (HET Rp13.900) dan beras medium stabil di Rp14.200 per kilogram (HET Rp10.900). Kondisi ini menunjukkan harga pasar masih berada di atas ketentuan HET.
Harga gula pasir juga tercatat tetap Rp18.000 per kilogram pada 7 dan 14 Januari 2026, masih melampaui HET Rp17.500 per kilogram. Telur ayam ras stabil di Rp29.333 per kilogram, berada di atas HET Rp27.000 per kilogram, sementara telur ayam kampung tetap Rp55.000 per kilogram dan tidak diatur dalam HET.
Untuk komoditas protein hewani lainnya, daging sapi murni tercatat tetap Rp150.000 per kilogram pada kedua tanggal tersebut, masih di atas HET Rp140.000 per kilogram. Daging ayam kampung stabil di Rp85.000 per kilogram, ikan teri peto Rp90.000 per kilogram, ikan kembung Rp50.000 per kilogram, serta udang basah medium Rp100.000 per kilogram. Seluruhnya tidak mengalami perubahan harga.
Komoditas lain seperti tepung terigu berbagai jenis, tempe Rp15.000 per kilogram, tahu mentah Rp10.000 per kilogram, susu kental manis Rp13.000 per kilogram, susu bubuk berbagai merek, pisang barangan Rp12.000 per kilogram, jeruk lokal Rp15.000 per kilogram, garam beriodium Rp16.000 per kilogram, serta mi instan Rp3.500 per bungkus juga tercatat stabil pada 7 dan 14 Januari 2026.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Samosir, Ferdinand Sitanggang, mengatakan secara keseluruhan kondisi harga bahan pokok pada awal Januari 2026 didominasi oleh tren penurunan pada komoditas hortikultura.
Selain itu, lanjut Ferdinand, stabilitas harga pada mayoritas komoditas serta masih tingginya harga sejumlah bahan pangan di atas HET menjadi perhatian pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga daya beli masyarakat.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus mengingatkan pedagang agar tidak menjual di atas HET serta tidak melakukan kecurangan timbangan. (hm27)






















