Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas Rata-Rata Global Meski Dunia Bergejolak

Mistar.idRabu, 14 Januari 2026 15.24
journalist-avatar-top
ekonomi_indonesia_tumbuh_di_atas_ratarata_global_meski_dunia_bergejolak_

Ilustrasi ekonomi Indonesia. (foto: shutterstock/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan kinerja ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global. Kondisi ini dinilai memperkuat posisi dan peran Indonesia di panggung internasional.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026), Sugiono menuturkan batas antara isu ekonomi dan keamanan global kini semakin kabur. Kebijakan perdagangan, investasi, hingga teknologi tidak lagi murni ekonomi, melainkan telah menjadi instrumen geopolitik.

Menurutnya, dalam dinamika global saat ini, kekuatan ekonomi suatu negara tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari kemampuan bertahan dan beradaptasi menghadapi tekanan global.

“Indonesia tidak terlepas dari realitas tersebut. Namun, di tengah perlambatan ekonomi dunia, Indonesia hadir dengan fondasi ekonomi yang kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan, sejumlah indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan rata-rata global.

“Pertumbuhan ekonomi berada di atas rata-rata dunia, inflasi tetap terkendali, neraca perdagangan mencatat surplus, serta realisasi investasi terus meningkat. Ini memperkuat peran Indonesia di panggung global,” katanya.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2025 mencapai 5,04% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 2,8%. Tingkat inflasi Indonesia pada 2025 tercatat 2,92%, masih lebih rendah dibandingkan inflasi global sebesar 3,4%.

Kinerja perdagangan juga menunjukkan tren positif. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$38,54 miliar sepanjang Januari hingga November 2025. Sementara itu, realisasi foreign direct investment (FDI) pada periode Januari–September 2025 mencapai Rp644,6 triliun.

Untuk ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Kementerian Keuangan mematok pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,2%—5,8%, lebih tinggi dibandingkan target 2025 sebesar 5,2%.

Adapun dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, Bappenas menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih optimistis, yakni di rentang 5,8%—6,3%. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,7%—5,5%, dengan titik tengah sekitar 5,02%.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN