Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
NASIONAL

MPR Targetkan RUU EBET Rampung Tahun Ini

Mistar.idSelasa, 21 Juli 2026 pukul 23.20 WIB
mpr_targetkan_ruu_ebet_rampung_tahun_ini

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (Foto: Dokumentasi MPR RI)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) dapat disahkan tahun ini. Saat ini, pembahasan beleid tersebut disebut telah mencapai sekitar 95 persen.

Diharapkan RRU segera rampung karena menjadi salah satu regulasi penting dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

"Rancangan undang-undang energi baru terbarukan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita sahkan, karena memang sudah 95 persen rancangan undang-undang itu sudah rampung," ujar anggota Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Eddy, kehadiran regulasi tersebut akan memberikan kepastian arah transisi energi nasional. Selain RUU EBET, pemerintah dan DPR juga tengah membahas undang-undang baru terkait pengendalian perubahan iklim.

"Kita juga akan membahas undang-undang baru terkait penanganan pengendalian perubahan iklim. Jadi ada dua peraturan yang menunjang transisi energi kita," katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan transisi energi juga telah tercantum dalam Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Karena itu, menurutnya, perlu dilakukan revisi terhadap Undang-Undang Ketenagalistrikan agar sektor kelistrikan nasional semakin berbasis energi hijau.

"Agar sektor ketenagalistrikan kita ke depannya juga akan berbasis sumber energi listrik yang hijau sesuai dengan RUPTL yang sekarang sedang dilaksanakan," ujarnya.

Eddy menambahkan, berbagai regulasi tersebut merupakan upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia yang potensinya sangat besar. Menurutnya, hingga kini sumber energi terbarukan masih belum dimanfaatkan secara maksimal, sementara kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor.

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, mulai dari tenaga surya, panas bumi, angin, hingga air. Namun, di sisi lain, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari serta LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. (hm25/antara)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN