H-5 Jelang Lebaran, Warga Serbu Pasar Tradisional di Asahan Berburu Pakaian Baru

Suasana aktivitas Pasar Inpres Diponegoro Kisaran mulai ramai jelang Idulfitri. (foto: Perdana/mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Menjelang lima hari perayaan Idulfitri 1447 hijriah, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional di Kisaran, Kabupaten Asahan mulai meningkat. Warga terlihat memadati berbagai lapak penjual pakaian untuk membeli kebutuhan Lebaran, terutama baju baru bagi anak-anak hingga orang dewasa.
Pantauan Mistar, Sabtu (14/3/2026) di beberapa pasar konvensional wilayah Asahan menunjukkan lonjakan pengunjung sejak pagi hingga sore hari. Para pembeli datang bersama keluarga untuk memilih berbagai jenis pakaian seperti baju muslim, gamis, koko, hingga pakaian kasual yang biasa dikenakan saat bersilaturahmi pada hari raya.
Pedagang pakaian di pasar Inpres Diponegoro Kisaran mengaku peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak beberapa hari terakhir menjelang Lebaran. Momentum H-5 Idulfitri menjadi salah satu waktu yang paling ramai karena banyak masyarakat mulai menerima gaji maupun tunjangan hari raya sehingga memanfaatkan waktu tersebut untuk berbelanja.
Salah seorang pedagang Chairina, menyebutkan jumlah pengunjung tahun ini terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa. Menurutnya, sebagian besar pembeli datang untuk membeli pakaian baru bagi anak-anak mereka.
Ia menjelaskan harga pakaian yang dijual di pasar tradisional relatif terjangkau sehingga tetap menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. “Selain itu, variasi model dan ukuran yang cukup lengkap. Biasanya yang kesini banyak cari kebutuhan pakaian dan perlengkapan salat,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang ditemui saat berbelanja, Andi Saputra, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membeli pakaian Lebaran bagi keluarganya. Ia menilai berbelanja di pasar tradisional memberikan banyak pilihan dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan pusat perbelanjaan modern.
“Cari yang harganya terjangkau saja. Kalau datang belanja ke tempatnya langsung lebih puas ketimbang membeli online,” tuturnya.
Meningkatnya aktivitas jual beli ini turut memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil di pasar tradisional. Para pedagang berharap lonjakan pembeli akan terus terjadi hingga menjelang malam takbiran sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka selama musim Lebaran.
Selain pakaian, sejumlah pedagang juga mulai menyediakan berbagai perlengkapan pendukung seperti sandal, tas, hingga aksesori busana yang biasa digunakan saat Hari Raya Idulfitri.
Tradisi membeli pakaian baru menjelang Lebaran memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Meski tren belanja daring semakin berkembang, pasar tradisional tetap menjadi destinasi favorit warga untuk mencari kebutuhan hari raya karena menawarkan harga yang lebih bersaing dan pengalaman berbelanja secara langsung.
Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri, aktivitas perdagangan di pasar tradisional Asahan diperkirakan akan terus meningkat. Para pedagang pun berharap momentum tahunan ini mampu menjadi kesempatan untuk meningkatkan penjualan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.




















