Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Sidak di Pasar Petisah, KPPU Imbau Masyarakat Bijak Belanja Menjelang Lebaran

Mistar.idSenin, 9 Maret 2026 pukul 11.11 WIB
sidak_di_pasar_petisah_kppu_imbau_masyarakat_bijak_belanja_menjelang_lebaran

Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, melakukan sidak di Pasar Petisah yang mengunjungi salah satu pedagang komoditas cabai. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kantor Wilayah (Kanwil) I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, termasuk Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, guna memantau stabilitas harga dan pasokan pangan selama bulan Ramadan 1447 H, Senin (9/3/2026).

Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, mengungkapkan secara umum harga berbagai komoditas pangan di pasar tradisional saat ini menunjukkan tren penurunan dan relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya.

Ridho merincikan harga daging ayam yang sempat menyentuh angka Rp50.000 per kilogram (kg) kini mulai melandai. Penurunan ini menunjukkan pasokan di tingkat pedagang masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kalau secara umum, harga-harga relatif justru turun. Misalnya harga ayam, kalau minggu sebelumnya ada yang mencapai Rp50.000, sekarang sudah turun menjadi Rp48.000, bahkan ada yang Rp43.000. Untuk hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih juga cenderung turun. Artinya, dari sisi harga dan pasokan relatif stabil dan aman,” kata Ridho.

Meskipun harga mayoritas pangan stabil, KPPU masih menemukan adanya kendala pada komoditas Minyakita. Ridho menyebutkan harga minyak goreng subsidi tersebut masih sering dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

“Minyakita ini harganya hampir selalu di atas HET. Tadi ada pedagang yang menjual Rp16.000 hingga Rp18.000 karena mereka mengambil dari grosir sudah di atas harga acuan. Namun, pemerintah sudah berupaya mengendalikan ini melalui Bulog yang menjual sesuai harga SPHP, termasuk penyediaan daging beku seharga Rp40.000 untuk menekan harga daging segar,” ucapnya.

Terkait isu pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap harga ayam, Ridho menjelaskan permintaan untuk program tersebut memang ada, namun pola pembeliannya berbeda sehingga tidak menjadi pemicu utama lonjakan harga di pasar tradisional.

“Permintaan MBG memang ada, tetapi mereka lebih memilih ayam fillet daripada ayam potong biasa. Jadi seharusnya tidak terlalu memengaruhi harga pasar secara langsung. Kalaupun harga terjaga tinggi, itu mungkin salah satu pengaruhnya, tetapi di bulan puasa ini relatif permintaannya bergeser,” ujarnya.

Menutup hasil sidak tersebut, Ridho mengimbau warga Medan agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) menjelang Idulfitri. Meskipun ada potensi lonjakan permintaan pada H-3 Lebaran, stok pangan saat ini dipastikan terkendali.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying atau belanja berlebihan untuk stok, karena semua masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kami akan terus memantau distribusi agar tidak terjadi hambatan pasokan hingga hari raya nanti,” tutur Ridho. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN