Dampak Kemarau, Harga Cabai Diprediksi Tinggi Dalam Waktu Dekat di Toba

Cabai yang dijual pedagang di pasar tradisional Toba. (Foto: Nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Toba memprediksi dalam waktu dekat akan terjadi lonjakan harga cabai. Meskipun saat ini terbilang cukup stabil diharga rendah sekitar Rp25.000 untuk cabai merah keriting.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Toba, Dora Sibarani, mengatakan, naiknya harga cabai dimungkinkan rusaknya tanaman dari petani akibat kemarau yang cukup panjang.
"Dampak kemarau dimungkinkan harga cabai seperti tahun lalu mencapai Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram, karena stok cabai terbatas dari petani," ujar Dora, Sabtu (14/3/2026).
Dora menyampaikan untuk memperlambat lonjakan harga cabai dan bahan pokok lainnya, terlebih saat ini memasuki lebaran 2026 maka Pemerintah Kabupaten Toba secara rutin melakukan pasar murah di setiap kecamatan.
"Kita berharap produksi cabai dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan tidak mengalami penurunan sehingga mampu menyuplai ke kabupaten kita," tuturnya.
Sementara, pedagang di Porsea, Nobel Simatupang mengatakan, sampai saat ini suplai stok cabai dari petani di Kabupaten Toba terbilang stabil, meskipun sudah ada yang mengeluhkan kondisi kemarau yang tidak kunjung berakhir.
"Sesuai keterangan dari petani, untuk Maret 2026 panen petani masih stabil, namun jika curah hujan tidak kunjung turun dalam sepekan kedepan dimungkinkan produk panen bisa menurun," ucapnya.






















