Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekspor Tiga Provinsi di Sumatera Sempat Tertekan Akibat Banjir dan Longsor

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 pukul 16.24 WIB
ekspor_tiga_provinsi_di_sumatera_sempat_tertekan_akibat_banjir_dan_longsor_

Ilustrasi: foto: unsplash/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kementerian Perdagangan mencatat realisasi ekspor dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sempat mengalami tekanan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan kinerja ekspor Aceh sepanjang 2025 mencapai US$ 649,22 juta. Angka tersebut turun 6,90 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar US$ 697,32 juta.

Meski secara tahunan melemah, ekspor Aceh menunjukkan daya tahan setelah bencana. Pada November 2025, nilai ekspor tercatat US$ 58,2 juta atau naik 20,16 persen dibandingkan Oktober 2025. Sementara pada Desember 2025 kembali meningkat menjadi US$ 59,69 juta atau tumbuh 2,42 persen secara bulanan.

Menurut Budi, kondisi tersebut menandakan bahwa meskipun bencana mengganggu distribusi dan logistik, pemulihan ekspor Aceh berlangsung relatif cepat.

Sementara itu, Sumatera Barat justru membukukan pertumbuhan ekspor tahunan yang kuat. Sepanjang 2025, ekspor provinsi tersebut mencapai US$ 2,78 miliar, meningkat 27,64 persen dibandingkan 2024 yang sebesar US$ 2,18 miliar.

Namun, secara bulanan ekspor Sumbar sempat anjlok pada November 2025 dengan penurunan 52,56 persen dibanding Oktober. Penurunan tajam tersebut terjadi saat banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah. Pada Desember 2025, kinerja ekspor kembali melonjak hingga 174,15 persen, menandakan adanya percepatan pemulihan.

Sumatera Utara juga mencatatkan pertumbuhan ekspor tahunan. Nilai ekspor 2025 mencapai US$ 12,56 miliar, naik 17,84 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 10,66 miliar.

Kendati demikian, pada November 2025 ekspor Sumut turun 25,89 persen secara bulanan menjadi US$ 0,88 miliar. Penurunan ini berkaitan dengan gangguan logistik, distribusi, serta aktivitas produksi akibat bencana. Pada Desember 2025, ekspor Sumut kembali meningkat 18,89 persen menjadi US$ 1,05 miliar.

Secara keseluruhan, Kemendag menilai dampak bencana terhadap ekspor di tiga provinsi tersebut bersifat sementara, dengan tren pemulihan yang relatif cepat pada bulan berikutnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN