Tuesday, June 30, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ekonomi Asahan Tumbuh 4,64 Persen, Sektor Akomodasi dan Makan Minum Jadi Penggerak Utama

Mistar.idSelasa, 30 Juni 2026 pukul 20.14 WIB
ekonomi_asahan_tumbuh_464_persen_sektor_akomodasi_dan_makan_minum_jadi_penggerak_utama

Pertumbuhan ekonomi Asahan, pada Triwulan I Tahun 2026. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (30/6/2026) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan merilis perkembangan ekonomi Kabupaten Asahan pada Triwulan I Tahun 2026. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), perekonomian Asahan mencatat pertumbuhan sebesar 4,64 persen, didorong oleh meningkatnya aktivitas di sejumlah sektor usaha, terutama penyediaan akomodasi dan makan minum.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Asahan yang dihimpun MISTAR.ID, Selasa (30/6/2026), nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Asahan atas dasar harga berlaku pada Triwulan I 2026 mencapai Rp16.159,39 miliar. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 tercatat sebesar Rp8.241,85 miliar.

Meski mencatat pertumbuhan positif secara tahunan, jika dibandingkan dengan Triwulan IV 2025 atau secara quarter-to-quarter (q-to-q), perekonomian Kabupaten Asahan mengalami kontraksi sebesar 0,86 persen.

Dari sisi produksi, penurunan terdalam terjadi pada lapangan usaha konstruksi yang mengalami kontraksi sebesar 2,94 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan terbesar terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang terkontraksi 11,68 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Namun, secara tahunan kondisi ekonomi Kabupaten Asahan masih menunjukkan tren yang positif. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 16,03 persen," jelas Kepala BPS Asahan, Rahmat Gutiar, dalam rilis Berita Resmi Statistik.

Di sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen konsumsi akhir pemerintah yang meningkat sebesar 21,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belanja pemerintah yang turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dalam skala Provinsi Sumatera Utara, kontribusi Kabupaten Asahan terhadap pembentukan PDRB provinsi mencapai 5,04 persen. Angka tersebut menempatkan Asahan sebagai salah satu daerah penyumbang terbesar terhadap perekonomian Sumatera Utara," jelasnya.

Secara spasial, struktur ekonomi Sumatera Utara masih didominasi oleh Kota Medan dengan kontribusi sebesar 28,53 persen, disusul Kabupaten Deli Serdang sebesar 13,22 persen, Kabupaten Langkat sebesar 5,47 persen, Kabupaten Simalungun sebesar 5,23 persen, dan Kabupaten Asahan sebesar 5,04 persen. Sementara itu, kontribusi terkecil berasal dari Kabupaten Pakpak Bharat yang hanya menyumbang 0,15 persen terhadap PDRB Provinsi Sumatera Utara.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa meskipun aktivitas ekonomi Kabupaten Asahan sempat mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, fundamental ekonomi daerah masih terjaga dengan baik. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN