BULOG Sumut Salurkan Bantuan Pangan, SPHP, dan MinyaKita untuk Jaga Harga Bahan Pokok

Pengecekan kualitas dan kuantitas beras banpang sebelum disalurkan bersama Pemkab Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, dan Medan. (Foto:dokumen BULOG Kanwil Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/8/2026) — Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan penyaluran komoditas pangan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan menekan laju inflasi di daerah.
Program intervensi mencakup penyaluran Bantuan Pangan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta distribusi MinyaKita.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan pengelolaan stok pangan di Sumut dilakukan sesuai dengan perintah pemerintah pusat.
"Bulog Sumut mengelola dan menyalurkan stok pangan dari beberapa program pemerintah. Semuanya disalurkan melalui banyak saluran agar makin mudah dijangkau masyarakat secara merata," kata Budi, Selasa (11/8/2026).
Dari beberapa fokus Bulog, salah satunya ialah menyalurkan program Bantuan Pangan. Setelah merampungkan alokasi tahap awal, Bulog Sumut saat ini sedang dalam persiapan untuk menyalurkan bantuan periode selanjutnya.
Budi menyebutkan beras yang nantinya akan disalurkan telah melewati proses pengecekan kualitas oleh pemerintah daerah setempat, termasuk Pemkot Medan, Pemkab Deli Serdang, Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), dan Pemkot Binjai.
"Kami upayakan dalam minggu ini bantuan pangan sudah mulai disalurkan," ucapnya.
Periode Februari hingga Maret, jumlah beras yang disalurkan mencapai 34.954,66 ton dengan jumlah penerima bantuan (PBP) sebanyak 1.756.846 PBP dan sudah tersalurkan. Periode Februari hingga Maret, stok minyak goreng sebanyak 6,99 juta liter juga sudah tersalurkan dan terintegrasi dengan PBP.
Periode Juli hingga September, stok beras sekitar 52.178 ton dengan penerima bantuan sebanyak 1.739.256. Saat ini, penyaluran masih dalam tahap persiapan (rebagging).
Program bantuan itu diharapkan dapat mengurangi tekanan permintaan beras di pasar secara signifikan, yang pada akhirnya berdampak positif pada stabilitas harga bahan pokok.
Selain Bantuan Pangan, Bulog Sumut juga memperkuat intervensi pasar melalui pasokan beras SPHP. Sejak 1 Maret hingga 11 Agustus 2026, penyaluran SPHP telah mencapai 32.342 ton atau 65,95 persen dari total target 49.043 ton.
Khusus Agustus 2026, Bulog menargetkan sekitar 9.000 ton beras SPHP untuk didistribusikan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau melalui berbagai kanal.
Untuk komoditas minyak goreng, hingga pertengahan Agustus 2026, Bulog Sumut berhasil mendistribusikan 14,36 juta liter MinyaKita ke tengah masyarakat.
Mayoritas dari angka tersebut, yaitu 7,50 juta liter atau 52,23 persen, disalurkan melalui jaringan Pasar Rakyat, baik yang terdaftar di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun non-SP2KP. Sisa kuota lainnya didistribusikan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan Koperasi Merah Putih.
"Penyaluran MinyaKita tercatat secara digital di dalam sistem SIMIRAH. Sehingga, seluruh pergerakan distribusi bisa dipantau secara transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan tepat sasaran ke masyarakat," ujar Budi. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Cuaca Buruk, Harga Sejumlah Ikan Laut di Sergai Naik






















