IKAFEB USU Gelar Seminar Nasional Leadership Insight Connection di Medan

Seminar Nasional Leadership Insight Connection yang digelar IKAFEB USU. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (IKAFEB USU) menggelar seminar nasional bertajuk “Leadership Insight Connection: Memimpin dengan Empati, Membangun Resiliensi” di Al-Amjad Convention Hall, Jalan Merpati, Medan, belum lama ini.
Kegiatan ini menjadi forum diskusi bagi para pemimpin, akademisi, praktisi, dan pelaku usaha untuk memperluas wawasan mengenai kepemimpinan yang empatik dan adaptif di tengah dinamika organisasi modern.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori internasional M Daud Sitorus, serta doa yang dipimpin Kaswinata. Selanjutnya, Ketua Panitia M Sakha Admaja menyampaikan laporan kegiatan, diikuti sambutan Fadullah selaku Ketua Yayasan Al-Amjad dan Sekretaris Jenderal IKAFEB USU Maf’ul Taufiq.
Dalam sambutannya, Maf’ul Taufiq mengatakan rangkaian kegiatan seminar juga diisi dengan penyaluran bantuan Ramadan kepada Panti Asuhan Ade Irma Suryani di Medan.
“Memasuki tahun terakhir kepengurusan periode 2022–2026, IKAFEB USU tetap menjalankan program dengan prinsip kegiatan yang efektif, efisien, dan berdampak nyata,” ujarnya.
Seminar menghadirkan Raras Sutatminingsih, yang membahas fenomena Narcissistic Personality Disorder (NPD) di lingkungan kerja. Ia menjelaskan perilaku narsistik di tempat kerja dapat memicu konflik, meningkatkan stres, hingga menurunkan produktivitas karyawan.
Selain itu, Syukri Albani Nasution dalam materinya bertajuk “Pemimpin adalah Kita” menekankan kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral setiap individu.
Seminar kemudian ditutup oleh Agus Dwi Handaya, Managing Director Human Capital Danantara Asset Management sekaligus Ketua IKAFEB USU. Ia memperkenalkan konsep kepemimpinan 3N, yaitu Nata, Nagih, dan Nuntun, sebagai pendekatan untuk membangun tim yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 270 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, akademisi, mitra industri, serta pelaku usaha di Kota Medan.
Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kepuasan peserta terhadap pembicara mencapai 98 persen, sementara kepuasan terhadap penyelenggaraan acara mencapai 85 persen. Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan durasi diskusi yang lebih panjang dan menghadirkan pembicara internasional.
PREVIOUS ARTICLE
Jurusan Sepi Peminat di UI, ITB, dan UGM pada UTBK SNBT 2025NEXT ARTICLE
9 Cara Meningkatkan IQ yang Bisa Dicoba























