Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Daerah Terdampak Bencana Jadi Perhatian dalam Penyusunan Juknis SPMB SMA/SMK di Sumut Tahun Ini

Mistar.idKamis, 9 April 2026 pukul 19.36 WIB
daerah_terdampak_bencana_jadi_perhatian_dalam_penyusunan_juknis_spmb_smasmk_di_sumut_tahun_ini

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Utara, David Eltom Nainggolan bersama Wardiksu. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 di Sumatera Utara (Sumut) segera rampung dengan sejumlah penyesuaian, termasuk perhatian terhadap siswa di wilayah terdampak bencana.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Utara, David Eltom Nainggolan, saat menerima kunjungan Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Utara (Wardiksu) guna memperkuat sinergi menjelang pelaksanaan SPMB, Kamis (9/4/2025).

David mengatakan saat ini juknis masih dalam tahap penyempurnaan, namun pihaknya memastikan dokumen tersebut akan segera rampung dan disosialisasikan secara luas kepada sekolah, orang tua, hingga masyarakat.

Menurutnya, sosialisasi menjadi kunci agar proses pendaftaran berjalan transparan dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Ia juga mengungkapkan pembahasan juknis telah dilakukan melalui rapat bersama yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga, dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Ombudsman RI, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Forkopimda, dan OPD terkait.

Rapat tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025, sehingga juknis yang disusun benar-benar komprehensif dan sesuai aturan.

Ia menyebutkan sebagian tahapan pelaksanaan masih mengacu pada mekanisme tahun sebelumnya. Namun, ada penyesuaian penting yang dipertimbangkan, terutama terkait kondisi bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara yang menjadi perhatian.

“Kita juga tengah menyiapkan skenario agar calon peserta didik dari wilayah terdampak tetap mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengikuti SPMB,” ujarnya.

Ia mengatakan juknis yang disusun akan mengakomodasi kondisi tersebut agar tetap berpihak kepada siswa. Selain itu, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap menjadi salah satu indikator dalam proses seleksi, khususnya untuk jalur prestasi di SMA dan SMK.

“Kesiapan sekolah serta peran orang tua dalam memahami mekanisme yang akan diterapkan juga penting. Pemahaman yang baik akan membantu kelancaran pelaksanaan SPMB,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, David turut mengapresiasi peran Wardiksu yang dinilai aktif mendukung program pendidikan, terutama dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Wardiksu, Vera Rosalina Sinaga, menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Disdik Sumut dalam menyampaikan informasi kebijakan pendidikan. “Kami siap membantu menyampaikan informasi dan sosialisasi kebijakan pendidikan, sehingga lebih mudah dipahami masyarakat luas,” ucapnya.

Ia juga berharap sinergi ini dapat memperkuat penyampaian informasi yang akurat dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Sumut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN