Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Bata Kulit Buah MAN 1 Medan Raih Emas di Jepang, Madrasah Dorong Pengajuan Hak Cipta

Mistar.idKamis, 9 Juli 2026 pukul 19.47 WIB
bata_kulit_buah_man_1_medan_raih_emas_di_jepang_madrasah_dorong_pengajuan_hak_cipta

siswa MAN 1 Medan membuat batu bata dan genteng dari limbah kulit buah. (foto:dokumen MAN 1 Medan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (9/7/2026) – Keberhasilan Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Medan meraih medali emas di ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Osaka, Jepang, mendapat apresiasi tinggi dari pihak madrasah. Namun, inovasi tersebut dinilai memerlukan perhatian lebih lanjut, baik dari pemerintah daerah maupun provinsi, untuk proses uji material dan hilirisasi.

Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, mengaku bangga atas konsistensi prestasi internasional yang diraih anak didiknya. Guna mengamankan ide otentik tersebut, pihak madrasah bergerak cepat mendaftarkan hak cipta produk batu bata dan genteng berbahan kulit buah tersebut ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

"Sebenarnya ini bukan produk yang dibuat serta-merta, artinya ini merupakan program ekstrakurikuler yang kami bentuk. Ekstrakurikuler kita banyak, dan KIR ini salah satu program nonakademik kesiswaan yang sudah terprogram. Jadi fasilitas yang kita berikan adalah menyiapkan pelatih-pelatihnya. Ketika mereka mengikuti lomba, kita fasilitasi," katanya saat ditemui Mistar di madrasah, Kamis (9/7/2026).

Pihak madrasah juga memfasilitasi pendaftaran kompetisi ke Jepang serta keberangkatan pembina/pelatih. Sementara untuk akomodasi dan tiket keberangkatan siswa dibantu melalui subsidi silang dan dukungan orang tua siswa.

Meskipun sukses di tingkat dunia, Reza mengakui adanya keterbatasan fasilitas sekolah dalam menguji kelayakan material secara profesional. Selama ini, para siswa baru menguji kekuatan bata tersebut secara manual.

"Kami bersedia dan berharap ada pegiat atau instansi terkait yang mau membantu menguji daya tahannya. Kami terbuka. Karena sampai sekarang untuk pengujiannya kami juga belum tahu harus ke mana. Seperti dikatakan, anak-anak hanya menguji dengan dipijak-pijak saja, itulah keterbatasan kita," ucapnya.

Ia menjelaskan, limbah kulit buah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, hingga kosmetik. Sebelumnya, siswa MAN 1 Medan juga pernah membuat serum anti-aging dari kulit buah naga, jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) ada.

Setelah pencapaian besar ini, pihak madrasah berharap adanya dukungan dari pegiat maupun pemerintah yang bersedia berdiskusi mengenai tindak lanjut inovasi pengolahan limbah tersebut ke depannya.

"Saya pikir ini tidak cukup berhenti di sini saja," katanya.

Senada dengan Kepala Madrasah, pelatih KIR MAN 1 Medan, Muhammad Doni Anggara, juga berharap adanya respons positif dari Wali Kota Medan maupun Gubernur Sumatera Utara. Menurutnya, program MBG telah berjalan selama setahun dan menyisakan persoalan limbah yang cukup besar di dapur-dapur produksi.

Apalagi, selama proses riset, para siswa dan pelatih masih menggunakan alat cetak dan pembakaran yang dibuat secara manual.

"Makanya kalau misalnya ini didukung pemerintah, bisa dibuat pabrik. Bisa dibuat salah satu tempat pengolahan limbah," tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN