Monday, July 20, 2026
home_banner_first
ADVERTORIAL

Surat Cinta Bupati Dairi, Ulang Tahun Tanpa Perayaan dan Tiup Lilin

Mistar.idJumat, 6 Maret 2026 pukul 19.36 WIB
surat_cinta_bupati_dairi_ulang_tahun_tanpa_perayaan_dan_tiup_lilin

Bupati Dairi Vickner Sinaga. (foto:dokumeninfokom/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Masih terasa hikmatnya saat sumpah jabatan diikrarkan di bawah kitab suci di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Bupati Dairi, Vickner Sinaga, dan Wakilnya, bersama 1.118 pasangan pemimpin daerah lainnya, resmi dilantik.

Kini genap satu tahun awal masa tugas mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Namun, mereka belum langsung bekerja penuh karena masih menjalani serangkaian persiapan, termasuk serah terima jabatan dan retreat.

Hal ini diungkapkan Vickner melalui akun media sosialnya dengan judul “Ulang Tahun Tanpa Perayaan dan Tiup Lilin”.

"Kami langsung ke Akademi Militer Magelang. Retreat 9 hari, pembekalan di kampus Candradimuka, tepatnya di barak yang disulap di hamparan luas. Para wakil kepala daerah kebagian tiga hari… Makanya, butuh waktu 10–11 hari untuk sertijab di daerah tugasnya," tulis Vickner.

Vickner menyatakan bahwa tanggal 3 Maret 2025 adalah awal masa bertugasnya. Saat serah terima jabatan di rapat DPRD, sesuai aturan protokoler, mereka langsung menunaikan janji kampanye.

"Visi-misi indah itu ternyata belum bisa juga. Mau berlari kencang, namun kaki terikat," ujarnya jujur.

Menurutnya, ada aturan selama enam bulan pertama tidak boleh melantik pejabat eselon. Jadi saat itu mereka mutlak menerima apa adanya. Tugas utama, melanjutkan sisa tahun berjalan dengan pakem yang sudah "given", APBD 2025. Disahkan, ditahun sebelumnya 2024.

Diakuinya, rakyat sudah tak sabar berharap perubahan signifikan. Tentu, di benak para pemilih sudah tertancap janji perubahan itu. Tapi apa daya. Enam bulan berlalu, 'kabinet baru' belum juga terealisasi karena membutuhkan tiga bulan untuk "ujian kompetensi para eselon 2". Juga seleksi terbuka untuk eselon dibawahnya. Praktis Desember 2025 atau Januari 2026, baru bisa.

"Dengan para pamong, punggawa pilihan Kepala Daerah terpilih itu. Tentu, di bulan-bulan sebelumnya para Kepala Daerah sudah bisa ber "kreasi", meski sangat terbatas. Tapi ternyata masih saja ada kendala, Pemotongan anggaran."

Kado, pemotongan anggaran, program efisiensi pemerintah pusat sudah berlaku di APBD 2025. Hingga dua puluh persen berkurang dari tahun sebelumnya, 2024.

"Nasib-nasib, namun, the show must go on." ujar Vickner "Sulit? Memang ya, namun harus optimis. Pusat mungkin lagi menguji ke "piawai" an para pasangan kepala daerah.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur pengairan dan jalan rusak yang terbanyak dipotong anggarannya. Yang tak terpelihara semasa kontestasi (pilkada). Merata di semua daerah, jalan nasional, propinsi kabupaten hingga desa. Ia enaku harus mutar otak.

"Gotong royong, warisan budaya leluhur dibangkitkan lagi. Caranya Edukasi. Pejabat eselon 2, 3 dan 4, hingga kepala desa, di training "etos kerja". Berbuah baik. Setidaknya, genangan air di jalan jalan rusak itu sudah terusir. JATAGENA. Program jalan tanpa genangan, sudah maksimal."

Vickner mengaku melakukan segala upaya untuk tetap melakukan perbaikan. Upaya ekstra meminta pertolongan ke pusat berhasil. Sebagian anggaran terpotong itu dikembalikan.

"Seminggu terakhir ini, anggaran terpotong itu, sebagian di "pulihkan". Terima Kasih pak Presiden, pak Gubernur. Kami juga masih menanti uluran tangan selanjutnya."

April ini, dipastikan setiap kecamatan akan beroleh setidaknya enam kilometer lapen. Jalan aspal. Karena harus melalui proses, Mari kita kawal bersama pelaksanaannya.

Selain tu, buah kerja ekstra keras, dengan instansi vertikal dan mitra lokal, regional dan global juga berhasil dilakukan. Ada dua puluhan traktor roda 4 dibagikan ke kelompok tani. Dua ribu hektar bibit padi gogo. Sudah dimulai pekerjaan AMDAL oleh Pemkab Dairi. Akhir April diharap pekerjaan fisik senilai dua ratusan miliar itu akan dibangun oleh Kementrian PUPR.

Tiap bulan telah dibagikan bantuan "alat kerja" ke kaum penyandang disabilitas dan ekonomi lemah. Telah terbentuk 169 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sesuai perintah pusat. Pun 27 SPPG untuk Makanan Bergizi Gratis. Dari rencana 39 dapur.

Selaras dengan program propinsi, katanya, telah diperoleh kembali Unesco Geopark, yang tadinya sudah dapat kartu kuning. Situs di kawasan Danau Toba, sudah masuk kembali di kalender pariwisata Internasional.

Vickner juga mengucapan terimkasih kepada Gubernur yang telah membantu, hingga Dairi beroleh UHC 100%. Berarti semua warga Dairi, jaminan kesehatannya sudah "tercover".

Ia menambahkan keberhasilan Dairi lewat dukungan LSM lokal, Srikandi. Hasil lobby dengan LSM Internasional, membuat dua dusun, Dolok Tolong dan Pegagan Julu 3 beroleh instalasi air minum. Kini aksi riil itu, berlanjut ke Pegagagan Julu 8. Kekurangan kamar perawatan, di dua Rumah Sakit, kini sedang tahap pembicaraan teknis dengan kementrian kesehatan untuk penambahannya.

Ditambahkannya, satu hal yang membanggakan Dairi, yakni keberadaan Sekolah Rakyat. Dairi berhasil mendapatkannya dengan perjuangan ekstra keras. Tak banyak kabupaten yg memperolehnya.

Menurut Bupati, masih banyak tugas menanti di hari kedepan. Modal dasar sudah ada. Yakni "bersama kita bisa".

"Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan. Namun menutup hari ulang tahun tanpa tiup lilin ini, Dairi membuat sejarah.

"Selaras dengan arahan Presiden RI, lewat gerakan Indonesia Asri, ditanam 101 ribu pohon di 8 bulan terakhir. Berarti "program merawat bumi" dengan menanam sejuta pohon akan bisa kita tunaikan. Terima kasih buat semua "stake holder" yang sudah berpartisipasi," ujarnya.

Vickner mengajak masyarakat merawat bumi agar semua pohon produktif, kemiri, alpukat, nangka ini tumbuh subur dan berbuah pada waktunya.

* Artikel ini ditulis Vickner di Pendopo Kediaman Bupati Dairi, Kamis pagi, 5 Maret 2026, didedikasikan untuk warga Dairi yang telah berkontribusi serta mitra-mitra daerah yang mendukung kemajuan kabupaten. (adv)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN