Daftar Kota Paling Ramah di Luar Negeri Buat Wisatawan yang Ingin Berjalan Kaki

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Berjalan kaki masih menjadi pilihan banyak wisatawan untuk menikmati suasana kota secara lebih dekat dan santai. Mulai dari menyusuri gang kecil, kawasan bersejarah, hingga pusat kuliner, wisata jalan kaki dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang lebih autentik.
Di kawasan Asia Tenggara, sejumlah kota disebut cukup nyaman dijelajahi tanpa kendaraan. Menariknya, dua kota di Vietnam, yakni Hanoi dan Ho Chi Minh City, justru berada di atas Singapura dalam daftar kota paling ramah pejalan kaki versi platform perjalanan GuruWalk.
Dilansir dari VnExpress International, Jumat (8/5/2026), Singapura menempati posisi ke-70 dalam daftar 100 kota paling walkable di dunia tahun 2026. Sementara Hanoi berada di peringkat ke-37 dan Ho Chi Minh City di posisi ke-38. Adapun Kuala Lumpur berada di urutan ke-52.
GuruWalk menyusun daftar tersebut berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kemudahan berjalan kaki, kepadatan destinasi wisata, aksesibilitas, hingga pengalaman wisatawan saat menjelajahi kota tanpa kendaraan.
Kota-kota Eropa masih mendominasi daftar tahun ini. Roma menempati posisi teratas karena memiliki banyak landmark ikonik yang dapat dijangkau dalam satu rute berjalan kaki, seperti Colosseum, Trevi Fountain, dan Pantheon.
Di bawah Roma, terdapat Madrid, Budapest, dan Praha yang dikenal memiliki jalur pedestrian nyaman serta kawasan wisata yang saling terhubung.
Selain Eropa, daftar tersebut juga memasukkan Tokyo, Kyoto, hingga New York City sebagai kota yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki.
Meski berada di bawah Hanoi dan Ho Chi Minh City, Singapura tetap mendapat apresiasi karena keamanan dan sistem transportasi publiknya yang terintegrasi. GuruWalk menilai wisatawan dapat dengan mudah berjalan kaki dari kawasan Chinatown menuju Marina Bay sambil menikmati perpaduan budaya tradisional dan modernitas kota.
CNN Travel sebelumnya juga menempatkan Singapura sebagai salah satu kota teraman bagi wisatawan internasional berkat tingkat kriminalitas yang rendah dan transportasi publik yang efisien.
Sementara itu, BBC Travel menyebut tren wisata jalan kaki kini semakin diminati karena memberi pengalaman perjalanan yang lebih lambat, nyaman, sekaligus memungkinkan wisatawan berinteraksi lebih dekat dengan budaya lokal.
Meski demikian, penilaian kota ramah pejalan kaki tidak hanya ditentukan oleh kondisi trotoar. Faktor seperti akses menuju objek wisata, konektivitas transportasi umum, kepadatan kawasan kota, hingga rasa aman turut menjadi pertimbangan utama.
Daftar tersebut juga memicu beragam tanggapan pembaca VnExpress. Sejumlah warganet mempertanyakan posisi Hanoi dan Ho Chi Minh City yang berada di atas Singapura karena kondisi trotoar di Vietnam dinilai belum sepenuhnya nyaman untuk pejalan kaki.
Namun, tren walking tour memang terus berkembang di berbagai kota dunia. Selain lebih hemat dan ramah lingkungan, wisata jalan kaki dianggap memberi kesempatan lebih besar bagi wisatawan untuk menemukan sisi autentik sebuah kota. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Libur May Day, Kota Wisata Berastagi Mulai Ramai Dikunjungi












