Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Wabup Asahan Dukung Penanaman Jagung Lapas Labuhan Ruku untuk Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 16.18 WIB
wabup_asahan_dukung_penanaman_jagung_lapas_labuhan_ruku_untuk_ketahanan_pangan_dan_pembinaan_warga_binaan

Wabup Rianto bersama Ditjenpas Sumut melakukan penanaman jagung bersama. (foto: Perdana / Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (5/8/2026) – Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyatakan dukungan penuh terhadap program penanaman jagung yang digagas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan bertani sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Rianto saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Ketahanan Pangan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku yang digelar di lahan Air Joman, Kabupaten Asahan, eks Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, mengatakan kunjungannya ke lokasi bertujuan meninjau lahan yang telah dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan.

Namun, sebelum proses pembangunan dimulai, lahan tersebut akan dimanfaatkan terlebih dahulu untuk program penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

"Melalui program ini, warga binaan yang telah memenuhi asesmen dan akan segera bebas akan diberikan edukasi serta keterampilan bercocok tanam. Harapannya, mereka memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat," kata Jalu.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan secara produktif menjadi langkah strategis agar kawasan tersebut memberikan manfaat sebelum pembangunan Lapas Minimum Security Asahan direalisasikan.

"Kami ingin lahan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat sebelum pembangunan Lapas Minimum Security Asahan dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, mengapresiasi inisiatif Ditjenpas Sumatera Utara dan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Menurut Rianto, kegiatan penanaman jagung kali ini merupakan periode kedua. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di lahan seluas 5,5 hektare dengan hasil panen yang dinilai cukup memuaskan.

"Kami mendukung dan mendukung penuh kegiatan ini," kata Rianto.

Ia menilai program tersebut memiliki manfaat ganda karena selain meningkatkan produktivitas lahan, juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup bagi warga binaan setelah bebas menjalani masa pidana.

"Program ini sangat baik karena selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan edukasi kepada warga binaan yang telah memenuhi asesmen sehingga saat mereka bebas, khususnya warga Asahan, mereka memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup," ujarnya.

Rianto berharap ilmu yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program tersebut mampu membuka peluang usaha baru sehingga mereka dapat hidup mandiri dan tidak kembali berhadapan dengan hukum.

"Ketika keluar dari sini mereka membawa ilmu bercocok tanam. Harapan kita, mereka dapat mandiri dan tidak lagi menjadi warga binaan. Program ini sangat luar biasa," ungkapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN