Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pasien RSUD Sultan Sulaiman Sergai Keluhkan AC Tak Dingin hingga Pelayanan Dokter

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 16.02 WIB
pasien_rsud_sultan_sulaiman_sergai_keluhkan_ac_tak_dingin_hingga_pelayanan_dokter

RSUD Sultan Sulaiman yang dikeluhkan pasien (foto: damanik/mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali menuai keluhan dari pasien. Kali ini, Umi Salamah, peserta BPJS Mandiri Kelas 1, mengaku tidak puas terhadap fasilitas pendingin ruangan hingga pelayanan dokter saat menjalani perawatan pada Sabtu (1/8/2026).

Menurut Umi, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai itu belum memberikan pelayanan yang maksimal. Salah satu keluhan yang ia rasakan adalah kondisi air conditioner (AC) di ruang Anggrek 11 yang tidak berfungsi optimal sehingga membuat pasien kepanasan selama menjalani perawatan.

"Saat itu sudah kami sampaikan kepada perawat kalau AC tidak dingin. Lalu datang dua petugas untuk memperbaikinya dengan membersihkan saringannya. Namun setelah diperbaiki, kondisinya tetap tidak berubah. Kami tetap gerah karena panas," ujarnya kepada Mistar, Rabu (5/8/2026).

Merasa tidak nyaman, Umi mengaku telah meminta dipindahkan ke ruangan lain. Namun, menurutnya, permintaan tersebut tidak mendapat tindak lanjut. Bahkan, suaminya sempat menghubungi Direktur RSUD Sultan Sulaiman melalui pesan WhatsApp agar istrinya dipindahkan ke ruangan lain karena menggunakan BPJS Mandiri Kelas 1. Namun, pesan tersebut juga tidak mendapat respons.

"Kita ini pasien yang ingin cepat sembuh dan merasa tenang. Masa tidak ada upaya mencari alternatif lain? Padahal kami sudah resah dengan kondisi seperti ini. Kami menggunakan BPJS Mandiri Kelas 1, jadi seharusnya mendapat pelayanan yang terbaik. Kalau memang AC tidak bisa diperbaiki, carikan alternatif, misalnya pindah ruangan. Jangan dibiarkan seperti ini, bukannya sehat malah bisa tambah sakit," tuturnya.

Selain persoalan fasilitas, Umi juga mengaku kecewa dengan pelayanan dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) saat pertama kali datang ke rumah sakit.

Ia mengatakan saat itu sedang mengalami diare disertai nyeri perut sehingga kesulitan menjawab pertanyaan dokter. Menurutnya, sang dokter tetap meminta dirinya menjelaskan keluhan, padahal suaminya berada di samping dan dapat memberikan penjelasan.

"Dia bertanya apa keluhannya, tapi saya tidak bisa menjawab dengan baik karena masih menahan sakit. Saya hanya memberi isyarat, padahal suami saya ada di samping. Lalu dokter mengatakan, 'Ya sudah saya kasih obatnya, ibu berobat jalan saja'," ungkapnya.

Umi mengaku langsung memberi isyarat bahwa dirinya ingin menjalani rawat inap. Namun, ia menilai dokter tersebut merespons dengan nada yang kurang menyenangkan.

"'Makanya kalau saya ngomong dijawab, biar saya tahu apa saja keluhannya,' begitu yang disampaikan dokter," katanya menirukan ucapan dokter.

Petugas saat memperbaiki AC di ruang rawat inap saat pasien berada di ruangan (foto: dok warga/mistar)

Menurut Umi, sikap tersebut tidak pantas ditunjukkan kepada pasien yang sedang menahan rasa sakit. Ia berharap tenaga kesehatan, khususnya dokter yang bertugas di IGD, dapat memberikan pelayanan yang lebih ramah, sabar, dan profesional.

Karena merasa tidak nyaman dengan pelayanan yang diterimanya, Umi akhirnya memutuskan meminta pulang pada Minggu (2/8/2026), meski hak perawatannya melalui BPJS masih tersisa empat hari.

"Saya sudah telepon suami, mau minta pulang saja. Tidak apa-apa kalau harus menandatangani surat karena pulang lebih awal. Yang penting saya nyaman di rumah. Kondisi saya juga sudah agak membaik, semoga cepat sembuh," pungkasnya.

Direktur RSUD Sultan Sulaiman, H Ginting, saat dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien. Ia juga mengarahkan agar keluhan disampaikan melalui kanal pengaduan resmi rumah sakit.

"Terima kasih atas informasinya dan masukannya. Di RSUD Sultan Sulaiman ada sistem pengaduan dan komplain. Silakan berkomunikasi dengan nomor pengaduan. Semoga menjadi perbaikan buat RSUD Sultan Sulaiman. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," ujarnya.

Keluhan yang disampaikan Umi menambah daftar sorotan terhadap pelayanan RSUD Sultan Sulaiman. Sebelumnya, puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Desa Bakaran Batu menggelar aksi unjuk rasa di rumah sakit tersebut. Mereka menyuarakan protes terkait meninggalnya seorang bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu dan meminta adanya evaluasi terhadap pelayanan di RSUD Sultan Sulaiman. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN