Ratusan GTK di Sumut Pelatihan Percepat Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana

Kepala BBGTK Sumatera Utara, Joko Ahmad Julifan (tengah) saat berfoto bersama para guru pada Hari Guru Nasional (f:susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara memberikan pelatihan sosial kepada 300 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari enam kabupaten/kota guna mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 lalu.
Kepala BBGTK Sumatera Utara, Joko Ahmad Julifan mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan bagi sekolah, guru, dan siswa yang terdampak bencana di Sumatera Utara.
Ia menjelaskan, pada penghujung 2025 beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, mengalami musibah banjir dan tanah longsor yang berdampak pada sekolah, guru, dan peserta didik. Karena itu, BBGTK Sumut bersama UPT Kemendikdasmen di wilayah tersebut turut mengambil bagian dalam proses pemulihan di daerah terdampak.
“Beberapa hal yang kami lakukan berkenaan dengan pemulihan ini di daerah bencana yaitu melalui kegiatan sosial, baik bagi siswa maupun guru dan tenaga kependidikan lainnya,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 pihaknya telah memberikan dukungan sosial kepada 475 siswa yang berada di tenda pengungsian pada Desember lalu. Selain itu, bersama mitra, BBGTK Sumut juga menyentuh sekitar 1.000-an guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan di Sumut yang mendapat dukungan sosial.
Program tersebut kemudian berlanjut pada 2026 melalui pelatihan sosial bagi 300 GTK yang dilaksanakan pada 25 Februari hingga 1 Maret. Pelatihan itu melibatkan peserta dari enam daerah, yakni Medan, Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
Joko berharap para GTK yang telah mengikuti pelatihan tersebut dapat diberdayakan dan didorong oleh dinas pendidikan setempat untuk mendiseminasikan materi yang diperoleh kepada minimal lima guru lainnya di satuan pendidikan masing-masing.
“Sehingga harapannya, terdapat 1.500 GTK yang dapat tersentuh melalui program diseminasi ini,” tuturnya lagi.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi pembelajaran melalui berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis, workshop, seminar, dan kegiatan peningkatan kompetensi lainnya, serta berkolaborasi penuh penuh dengan dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Sumut.
“Pada tahun 2026 ini, insya Allah kami akan menyentuh lebih banyak lagi GTK di sumut dengan kolaborasi bersama,” ucapnya. (susan)






















