Friday, September 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Harga Tiket Pesawat Terancam Naik, Pengamat Soroti Dampaknya ke Pariwisata

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 13.49 WIB
harga_tiket_pesawat_terancam_naik_pengamat_soroti_dampaknya_ke_pariwisata

Ilustrasi tiket pesawat. (Foto: Pegadaian)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Harga tiket pesawat berpotensi semakin mahal menyusul kenaikan harga avtur nasional menjadi Rp23.315 per liter yang berlaku mulai 1 September 2026.

Kenaikan harga avtur tersebut secara otomatis meningkatkan batas maksimal fuel surcharge (FS) atau biaya tambahan bahan bakar hingga 40 persen dari tarif batas atas (TBA).

Kebijakan itu memberi ruang bagi maskapai untuk menaikkan komponen biaya tambahan dalam harga tiket pesawat. Kondisi tersebut berpotensi membuat biaya perjalanan udara semakin mahal bagi penumpang.

Peneliti Senior Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN), Deddy Herlambang, menilai kenaikan harga tiket pesawat dapat berdampak terhadap sektor pariwisata.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan insentif bagi sektor pariwisata untuk menjaga daya tarik destinasi serta mendorong kunjungan wisatawan.

"Industri pariwisata itu yang mahal itu di pajak. Hospitality itu juga mahal. Kita di hotel kena pajak mungkin bisa sampai 30 persen, restoran apalagi," kata Deddy, dilansir dari Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Pemerintah dapat memberikan insentif berupa pengurangan pajak bagi sektor perhotelan dan restoran, demikian saran Deddy. Langkah ini dinilai dapat menjadi stimulus untuk menjaga daya saing industri pariwisata di tengah meningkatnya biaya transportasi. Dengan begitu, wisatawan tidak sepenuhnya terbebani oleh tingginya biaya perjalanan akibat kenaikan harga tiket pesawat.

"Seharusnya pemerintah kalau mau kreatif untuk memberikan gairah atau tarikan transportasi wisata, seharusnya memang destinasi-destinasi wisata dibuat murah karena kita sudah terbebani dengan (biaya) transportasi," ungkap Deddy.

"Jangan semua-semua mahal. Ya tentunya orang-orang tidak akan tertarik," tambahnya.

Sebaliknya, kenaikan harga tiket pesawat, menurut Deddy, tidak akan berdampak luas bagi sektor pariwisata bila beban pajak restoran dan hotel lebih murah.

"Mungkin orang akan tetap dan mempertimbangkan untuk perjalanan wisata," ujar Deddy. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN