Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Polres Tapteng Bawa Cahaya PLTS untuk Warga Desa Sialogo yang Paling Terdampak Banjir Sumut

Mistar.idSabtu, 7 Februari 2026 pukul 21.15 WIB
polres_tapteng_bawa_cahaya_plts_untuk_warga_desa_sialogo_yang_paling_terdampak_banjir_sumut_

Kapolres Tapteng AKBP Muhammad Alan Haikel bersama anggotanya mengangkut bantuan unit PLTS ke Desa Sialogo. (foto: Humas Polres Tapteng/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Personel Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menembus pelosok Kecamatan Lumut, Sabtu (7/2/2026), demi memulihkan denyut kehidupan warga pasca-bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Kapolres Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, bersama rombongan menempuh perjalanan panjang selama hampir tiga jam menuju Desa Sialogo. Desa ini merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah akibat bencana alam, 25 November 2025.

Sejak saat itu, akses listrik di desa ini putus total. Kondisi geografis yang ekstrem menjadi penghalang utama, jalan utama yang tertimbun material dan rusaknya infrastruktur membuat alat berat sulit masuk.

"Kondisinya cukup menantang. Sedikitnya ada tiga jembatan utama yang putus menuju Desa Sialogo. Personel harus ekstra hati-hati membawa peralatan karena jalur yang ada sangat sulit dilalui kendaraan biasa," ujar Alan.

Namun, medan yang sulit tidak menyurutkan niat personel Polres Tapteng. Bahu-membah rombongan mengangkut bantuan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi jangka pendek yang efektif bagi warga.

Saat tiba di lokasi, rasa lelah personel terbayar dengan antusiasme warga Dusun II dan Dusun III Desa Sialogo. Tak hanya memberikan bantuan, personel juga terjun langsung membantu pemasangan unit PLTS di rumah-rumah penduduk. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Tapteng dalam mendukung pemulihan pasca-bencana di Kabupaten Tapteng.

"Kami merasakan kesulitan warga. Sejak bencana akhir tahun lalu, saudara-saudara kita di sini belum tersentuh aliran listrik kembali. Bantuan PLTS ini adalah wujud hadirnya negara dan Polri di tengah kesulitan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa meski di lokasi terpencil, warga tetap bisa mendapatkan penerangan untuk aktivitas malam hari, khususnya bagi anak-anak yang belajar," kata Alan.

Ia berharap program bantuan ini mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam memulihkan ekonomi dan kehidupan sosial mereka pasca-bencana.

"Stelah berbulan-bulan hanya mengandalkan lampu pelita atau gelap gulita, kini rumah-rumah warga di Dusun II dan Dusun III Desa Sialogo kembali bercahaya. Aksi tanggap darurat dan pemulihan yang dilakukan Polres Tapteng ini juga mendapat apresiasi mendalam dari tokoh masyarakat setempat," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN