Petani Porsea Harapkan Hujan, Tanaman Padi Mulai Terdampak Kekeringan

Tanaman padi di Kecamatan Porsea membutuhkan curah hujan. (Foto: Nimrot/Mistar).
Toba, MISTAR.ID
Mayoritas tanaman padi milik masyarakat di Kecamatan Porsea saat ini telah berumur 10 hingga 12 hari dan sangat membutuhkan curah hujan untuk mendukung pertumbuhannya. Namun, dalam 10 hari terakhir, hujan belum juga turun di wilayah tersebut.
Salah seorang petani di Kecamatan Porsea, Riana, mengatakan tanaman padinya kini telah berumur 12 hari dan seharusnya sudah mendapatkan asupan air hujan selain dari pemupukan yang telah dilakukan.
“Terakhir hujan turun 10 hari lalu. Akibatnya, pertumbuhan padi kami menjadi melambat meskipun sudah dilakukan pemupukan pertama,” ujar Riana.
Ia menambahkan, kondisi alam saat ini terasa jauh berbeda dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu. Menurutnya, dahulu meskipun hujan tidak turun dalam beberapa hari, tanah—terutama lahan persawahan—tidak sekering sekarang. Kabupaten Toba juga dikenal sebagai daerah yang berhawa sejuk.
“Sekarang kondisinya berbeda. Jangankan sebulan, dalam 10 hari saja tanpa hujan, tanah sudah terlihat kering dan suhu udara terasa lebih panas. Bahkan suhunya sudah menyamai Pematangsiantar, dan bisa saja tidak lama lagi seperti Kota Medan,” katanya.
Para petani berharap hujan segera turun agar pertumbuhan padi kembali optimal dan tidak berdampak pada hasil panen mendatang.





















