Pemindahan SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir Jadi Polemik, Dana Revitalisasi Rp1,2 Miliar Terkendala

Bangunan sementara SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir eks kantor PMT. (foto: damanik/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID – Pembangunan revitalisasi SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, tahun 2026, menjadi polemik. Pasalnya, Kepala Sekolah (Kepsek) Aida mendorong agar bangunan sekolah dipindahkan ke eks Kantor Pabrik Mesin Tenera (PMT).
Rencana pemindahan tersebut belum mendapat persetujuan dari pihak PTPN IV. Kondisi itu berdampak pada penggunaan anggaran revitalisasi sekolah yang disebut telah ditransfer sebesar 70 persen atau sekitar Rp1,2 miliar ke rekening atas nama pihak sekolah.
Aida mengatakan, dana tersebut belum dapat digunakan karena pihak sekolah masih menunggu kepastian dari pihak perkebunan terkait penggunaan aset eks Kantor PMT sebagai lokasi sekolah.
“Anggaran sudah masuk 70 persen ke rekening BNI program revitalisasi SMP kami. Tapi kami belum aktivasi rekening. Saya masih konfirmasi dan mengurus ke pihak perkebunan,” ujar Aida saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, pihak perkebunan saat ini baru memberikan izin penggunaan tempat tersebut secara sementara. Sementara itu, sekolah lama dalam kondisi rusak sehingga membutuhkan revitalisasi.
“Di dalam surat ini mereka (pihak perkebunan) menuliskan penundaan sementara. Sementara ini pakai batas waktu. Aturannya dana cair sudah ada progres karena 100 hari kerja. Mereka mengatakan sementara, tapi tidak ada batas waktu,” katanya.
Aida mengatakan, apabila pihak perkebunan nantinya memberikan persetujuan, sekolah akan menggunakan bangunan eks Kantor PMT tersebut. Namun, jika tidak mendapat persetujuan, ia menyatakan dana revitalisasi akan dikembalikan.
“Kalau memang diberikan pihak perkebunan ya diberikan. Tapi kalau tidak diberikan, uang itu akan saya kembalikan,” ucapnya.
Aida menjelaskan, salah satu alasan dirinya mendorong pemindahan sekolah adalah lokasi bangunan eks Kantor PMT yang berada di pinggir jalan. Menurutnya, lokasi tersebut lebih mudah dijangkau calon siswa dibandingkan bangunan sekolah yang lama.
“Kalau di bangunan sekolah yang lama, saya khawatir tidak ada muridnya. Buat apa dibangun sekolah yang bagus, tapi tidak ada muridnya. Kalau di sini kan pinggir jalan, jadi siswa-siswi dekat ke sekolah,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa komunikasi dengan pihak perkebunan terkait rencana revitalisasi dan pemindahan lokasi sekolah sebelumnya hanya dilakukan melalui grup WhatsApp.
“Cuma saya akui saya salah, konfirmasi saya itu hanya melalui grup WhatsApp. Tapi mereka tidak ada respons. Jadi saya pikir karena tidak ada respons itu ya aman-aman saja,” katanya.
SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir yang berada di bangunan lama telah berdiri sejak 1974. Bangunan tersebut, kata dia, telah ditetapkan sebagai aset PTPN IV.






















