Mahasiswa Demo di DPRD Binjai, Soroti Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Aksi bakar ban sebagai bentuk protes mahasiswa terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Kota Binjai. (Foto: Bayu/Mistar)
Binjai, MISTAR.ID - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Binjai, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (24/6/2026). Mereka mengkritisi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum berjalan optimal.
Sebagai bentuk protes, para demonstran sempat membakar ban bekas di depan gedung DPRD sambil menyampaikan orasi. Mereka meminta anggota DPRD Kota Binjai meneruskan aspirasi terkait pengelolaan program MBG kepada pemerintah pusat.
Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian, TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kobaran api dari ban bekas segera dipadamkan petugas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk menghindari gangguan keamanan dan keselamatan.
Koordinator aksi, Zia Ulhaq, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan aksi lanjutan terkait persoalan tata kelola program MBG yang sebelumnya telah disampaikan.
Menurutnya, mahasiswa mendukung program MBG sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus sesuai regulasi dan melibatkan pelaku usaha lokal.
“Salah satu tuntutan kami adalah agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap dapur-dapur MBG yang beroperasi di Kota Binjai,” ujarnya.
Zia menambahkan, pihaknya mengacu pada arahan pemerintah pusat yang mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pelaku usaha katering dan pengelola kantin sekolah dalam pelaksanaan program tersebut.
“Sebagaimana yang pernah disampaikan pemerintah, kami berharap dapur-dapur MBG dapat memprioritaskan pelaku UMKM katering dan pemilik kantin sekolah untuk ikut terlibat dalam pengelolaannya,” katanya.
Ia menilai masih terdapat sejumlah dapur MBG di Kota Binjai yang belum melibatkan pelaku usaha lokal secara maksimal. Karena itu, mahasiswa berkomitmen terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sepakat bahwa MBG merupakan program yang baik. Namun yang kami inginkan adalah program ini berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Usai menyampaikan aspirasi, para mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Kota Binjai, Hairil, untuk berdialog dan menyampaikan sejumlah tuntutan secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mengaku puas karena aspirasi yang mereka sampaikan mendapat respons positif dari pihak legislatif.
“Hari ini salah satu perwakilan DPRD Kota Binjai, Bapak Hairil, telah bersedia menemui dan menampung seluruh aspirasi kami untuk ditindaklanjuti,” ujar Zia.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Binjai, Hairil, menegaskan DPRD siap menerima dan menampung seluruh aspirasi masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, karena program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat, maka berbagai masukan dan aspirasi dari daerah perlu diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.
“Karena ini merupakan program pemerintah pusat, maka aspirasi masyarakat daerah terkait pelaksanaannya tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” kata Hairil.
Aksi unjuk rasa berakhir dalam keadaan aman dan kondusif setelah mahasiswa menyampaikan seluruh tuntutan serta melakukan dialog dengan pihak DPRD Kota Binjai.
PREVIOUS ARTICLE
RSUP H Adam Malik Rawat Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas, Imbau Keluarga Segera Melapor




















