Harga Gabah di Porsea Naik Saat Panen Raya, Petani dan Pemanen Diuntungkan

Petani memanen padi di areal persawahan Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Para tengkulak bersaing menawarkan harga padi kering di tengah panen raya padi di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. Kondisi tersebut disambut positif oleh petani dan pekerja panen karena memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan pekan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga gabah kering panen yang sebelumnya berkisar Rp83.000 per kaleng atau setara sekitar Rp7.217 per kilogram, kini naik menjadi Rp85.000 per kaleng atau sekitar Rp7.391 per kilogram. Satu kaleng gabah di wilayah tersebut setara dengan 11,5 kilogram.
Salah seorang petani padi di Porsea, Riana, mengatakan para tengkulak atau toke saat ini berlomba menawarkan harga terbaik agar petani menjual hasil panennya kepada mereka.
"Persaingan harga yang tinggi dari para tengkulak ini semoga terus berlangsung hingga panen selesai pada Agustus nanti. Jika harga tetap tinggi, biaya pupuk dan upah kerja selama hampir tiga bulan masa tanam hingga panen bisa tertutupi," ujar Riana, Selasa (2/6/2026).
Ia menyebutkan harga terendah yang ditawarkan tengkulak saat ini mencapai Rp85.000 per kaleng, lebih tinggi dibandingkan harga pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, salah seorang pekerja panen, R. Panjaitan, mengaku turut merasakan dampak positif dari kenaikan harga gabah tersebut.
"Semakin tinggi harga gabah, semakin besar pula pendapatan kami sebagai pemanen. Sistem upah yang berlaku menggunakan persentase hasil panen, yakni sekitar 13 persen dari hasil panen petani. Kami berharap harga gabah bisa mencapai Rp90.000 per kaleng sehingga hasil kerja selama musim panen lebih maksimal," katanya.
PREVIOUS ARTICLE
Kadisdukcapil Dairi Deddy Situmorang Dimutasi Jadi Staf BKPSDM





















