Jelang Panen Raya, Harga Gabah di Porsea Tembus Rp7.200 per Kilogram

Kondisi padi petani di Kecamatan Porsea mulai menguning. (foto: nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Menjelang panen raya padi di Kecamatan Porsea Kabupaten Toba, harga gabah kering panen (GKP) masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Memasuki akhir Mei 2026, para petani di Kecamatan Porsea mulai melakukan panen raya dengan suasana penuh optimisme. Pasalnya, harga gabah kering panen yang dibeli para tengkulak atau pengepul mencapai sekitar Rp7.217 per kilogram atau setara Rp88.000 per kaleng.
Salah seorang petani warga Kecamatan Porsea, P Manurung, mengaku baru memulai panen beberapa hari lalu dan menjadi salah satu petani pertama yang memanen padi di wilayah tersebut tahun ini.
“Biasanya penjualan dihitung per kaleng kepada tengkulak. Saat ini harganya sekitar Rp83.000 hingga Rp88.000 per kaleng. Satu kaleng beratnya sekitar 11,5 kilogram dan kondisi gabah sudah kering panen dari sawah,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, harga gabah tahun ini cukup menguntungkan bagi petani dibandingkan beberapa musim sebelumnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Y Silaban. Ia berharap harga gabah tetap stabil hingga masa panen raya selesai pada awal Agustus 2026 sehingga petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.
“Selama kurang lebih enam tahun terakhir, harga gabah di Kecamatan Porsea memang cenderung berada di atas harga pemerintah. Namun kami khawatir saat panen raya ada permainan harga dari tengkulak yang bisa menurunkan harga secara tiba-tiba,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah turun langsung memantau harga gabah di Kecamatan Porsea maupun wilayah lain di Kabupaten Toba agar tidak terjadi praktik permainan harga saat hasil panen petani melimpah.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER

























