Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
SUMUT

Dihadang Orang Tua Korban, Kepala BGN Janji Tuntaskan Kasus Keracunan MBG di Karo

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 17.54 WIB
dihadang_orang_tua_korban_kepala_bgn_janji_tuntaskan_kasus_keracunan_mbg_di_karo_

Teks Foto: Keluarga korban saat mengungkapkan keluhannya kepada kepala BGN. (foto:Istimewa/Mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID (16/8/2026) – Kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ke RS Efarina Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (16/8/2026) diwarnai isak tangis orang tua korban.

Ia dicegat sejumlah orang tua murid yang anaknya menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini kunjungan kedua Sudaryono. Sebelumnya ia juga menjenguk korban di RS Haji Medan.

“Waktu berangkat sekolah anak saya ceria. Tapi saya dapat kabar dia dilarikan ke RS Amanda karena keracunan MBG dari ikan yang dimakan,” ujarnya di depan Sudaryono.

Anaknya sempat dipulangkan. Namun di rumah kondisi memburuk. Muncul rasa gatal dan kebas. Akhirnya dirujuk lagi ke RS Efarina.

“Racun apa di dalam ikan itu sampai sekarang belum terdeteksi? Kasih tahu kami, biar kami tahu obatnya. Kalau hanya obat biasa, kami orang tua ada BPJS. Kami bisa urus sendiri,” keluhnya dengan suara bergetar.

Menanggapi keluhan itu, Sudaryono berjanji akan menuntaskan kasus ini dan bertanggung jawab penuh sesuai harapan orang tua.

“Kami tidak akan lepas tangan. Penanganan akan kami kawal sampai selesai,” kata Sudaryono.

BGN sebelumnya telah mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyegel dapur operasional tempat MBG diproduksi.

Data BGN mencatat 350 siswa menjadi korban keracunan yang terjadi Kamis (14/8/2026). Korban berasal dari SMAN 1 Berastagi dan sejumlah sekolah di bawah Yayasan Bersama, mulai SMP, SMA, hingga SMK.

Sekolah Lain Tegaskan Bukan dari Dapur MBG MerekaSementara itu, Kepala SMPN 3 Berastagi, Sri Henny br Saragih, Jumat (14/8/2026) meluruskan bahwa 3 muridnya yang dirawat bukan korban MBG.

“Karena dapur MBG kami berbeda dengan dapur MBG tempat kejadian,” jelasnya. Hingga kini penyebab pasti keracunan pada ikan di menu MBG tersebut masih ditelusuri tim kesehatan.(Abay Hasibuan/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN