Saturday, October 31, 2026
home_banner_first
SUMUT

Dampak Banjir Deli Serdang Turun 94,2 Persen, Warga Terdampak Berkurang Jadi 19.067 Jiwa

Mistar.idSabtu, 31 Oktober 2026 pukul 14.07 WIB
dampak_banjir_deli_serdang_turun_942_persen_warga_terdampak_berkurang_jadi_19067_jiwa

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, H. Mukti Ali Harahap. (Foto: Diskominfostan/MISTAR)

Deli Serdang, MISTAR.ID (31/10/2026) - Dampak bencana banjir di Kabupaten Deli Serdang pada Oktober 2026 tercatat menurun signifikan dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada November 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, jumlah warga terdampak banjir pada 29 Oktober 2026 mencapai 19.067 jiwa. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah warga terdampak pada 27 November 2025 yang mencapai 330.273 jiwa.

Penurunan jumlah warga terdampak tersebut mencapai sekitar 94,2 persen. Selain itu, cakupan wilayah terdampak, jumlah rumah yang terendam, hingga durasi dan ketinggian genangan juga mengalami penurunan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Deli Serdang, H. Mukti Ali Harahap, mengatakan kondisi tersebut diketahui berdasarkan perbandingan data kejadian banjir pada 2025 dan 2026.

"Alhamdulillah, berdasarkan data perbandingan kejadian banjir tahun 2025 dan 2026, kita melihat adanya penurunan dampak yang cukup signifikan. Ini tentu menjadi hal yang patut kita syukuri. Namun, capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Kita harus terus meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan karena potensi bencana banjir masih bisa terjadi," ujar Mukti, Sabtu (31/10/2026).

Berdasarkan catatan BPBD, banjir pada 27 November 2025 melanda 19 kecamatan dan 197 desa. Bencana tersebut berdampak pada 81.266 rumah, 100.176 kepala keluarga (KK), serta 330.273 jiwa.

Saat itu, genangan air berlangsung selama kurang lebih 14 hari dengan ketinggian mencapai tiga meter.

Sementara itu, banjir pada 29 Oktober 2026 berdampak pada delapan kecamatan dan 16 desa. Tercatat sebanyak 5.403 rumah, 4.514 KK, dan 19.067 jiwa terdampak. Genangan berlangsung sekitar satu hari dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.

Mukti menjelaskan, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mengurangi risiko banjir dilakukan melalui normalisasi sungai. Hingga saat ini, total panjang sungai yang telah dinormalisasi mencapai 95.985 meter.

"Normalisasi sungai merupakan salah satu langkah penting untuk membantu memperlancar aliran air dan meningkatkan kapasitas sungai. Hingga saat ini, kegiatan normalisasi yang telah dilaksanakan mencapai 95.985 meter. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi risiko luapan air ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," jelasnya.

Selain normalisasi sungai, pemerintah daerah juga melakukan pengerukan bendungan di wilayah Medan Krio untuk meningkatkan kapasitas tampung air dan memperlancar aliran.

Upaya lainnya dilakukan melalui program gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan penanganan dan pembersihan saluran air melalui program tersebut telah mencapai 7.200 meter.

Pemerintah daerah juga melakukan pembukaan dan pembersihan saluran air di kawasan permukiman guna memperlancar aliran air serta mengurangi potensi genangan.

Selain itu, keberadaan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru juga disebut menjadi salah satu infrastruktur pendukung pengendalian banjir. Bendungan tersebut berfungsi menampung dan mengatur aliran air sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir di wilayah yang dipengaruhinya.

Meski dampak banjir berdasarkan perbandingan data mengalami penurunan, Mukti mengingatkan masyarakat agar tidak mengurangi kewaspadaan, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi.

"Kita tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan harus tetap menjadi prioritas. BPBD akan terus mendorong koordinasi dengan seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat, agar langkah antisipasi dan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ungkapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN