Bupati Batu Bara Janji Perbaiki Irigasi Rusak untuk Dukung Produktivitas Petani

Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, meninjau kondisi saluran irigasi yang mengalami kerusakan di Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar. (Foto: Diskominfo Batu Bara/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara akan mengambil langkah konkret untuk mendukung produktivitas sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan.
Selain memperbaiki saluran irigasi, Pemkab Batu Bara juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pemindahan tiang listrik PLN yang dinilai mengganggu jalur irigasi. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran dan membersihkan sedimentasi agar aliran air kembali lancar.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, saat meninjau kondisi saluran irigasi di Dusun IV Kebun Sayur, Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Minggu (14/6/2026).
Menurut Baharuddin, perbaikan infrastruktur irigasi merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Saluran tersebut menjadi sumber utama pasokan air bagi lahan persawahan yang menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat setempat.
“Kita pastikan kebutuhan air bagi para petani dapat terpenuhi dengan baik. Pemkab Batu Bara akan berupaya semaksimal mungkin agar permasalahan ini segera ditangani sehingga lahan pertanian dapat kembali produktif,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Baharuddin juga berdialog dengan masyarakat dan para petani guna menyerap aspirasi serta mengetahui berbagai kendala yang mereka hadapi dalam mengelola lahan pertanian.
Ia meminta para petani tetap optimistis karena pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan terhadap kebutuhan sektor pertanian.
“Petani harus tetap optimistis. Pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan bagi kebutuhan para petani. Harapan kami, dengan perbaikan irigasi ini hasil pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani di Kabupaten Batu Bara juga semakin baik,” katanya.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama dalam peninjauan tersebut meliputi kerusakan saluran irigasi, keberadaan tiang listrik PLN yang menghambat kelancaran aliran air, serta sedimentasi yang menyebabkan distribusi air ke lahan persawahan tidak berjalan optimal.
PREVIOUS ARTICLE
Bupati Batu Bara Lepas 58 Qori dan Qoriah Ikuti MTQ Sumut 2026BERITA TERPOPULER
























