Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
SUMUT

Petani Batu Bara Keluhkan Jadwal Pola Tanam Padi Tanpa Dukungan Irigasi Memadai

Mistar.idKamis, 7 Mei 2026 pukul 14.37 WIB
petani_batu_bara_keluhkan_jadwal_pola_tanam_padi_tanpa_dukungan_irigasi_memadai

Musyawarah petani dengan instansi terkait di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara. (Foto: Dinas Pertanian dan Perkebunan Batu Bara/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Sebanyak 50 petani di Kabupaten Batu Bara dari Kecamatan Air Putih, Kecamatan Sei Suka, dan Kecamatan Medang Deras mengeluhkan jadwal pola tanam padi yang tidak didukung irigasi memadai.

Keluhan tersebut disampaikan Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GPPPA), Rusman Nainggolan, mewakili petani dalam kegiatan musyawarah bersama instansi terkait di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara, Kecamatan Air Putih, Kamis (7/5/2026).

“Kami yang hadir di sini merupakan petani yang ingin mempertanyakan kepada Dinas Pertanian dan instansi terkait tentang jadwal pola tanam, namun irigasi kami tidak ada airnya,” keluh Rusman.

Rusman yang kesal melihat lambannya penanganan dari pemerintah mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Inalum dan Dinas PUPR.

“Kerja sama yang dijalin untuk membuat geobag sebagai penahan air untuk dialirkan ke irigasi. Namun kegiatan tersebut kurang maksimal dan banyak petani yang gagal panen,” ucapnya.

Rusman menjelaskan, melalui kerja sama tersebut, pihaknya melakukan normalisasi sungai sepanjang 200 meter untuk dialirkan ke irigasi menggunakan geobag.

“Namun timbul permasalahan terkait biaya penggunaan excavator sebanyak dua unit selama 10 hari pekerjaan yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp29 juta. Dari mana kita cari biayanya,” tanyanya kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pertanian Provinsi Sumut yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada akhir pemaparannya, Rusman meminta solusi terkait pola tanam saat ini sembari menunggu dilakukan normalisasi dari pihak berwenang.

Terkait kendala biaya pengerahan excavator, perwakilan BBWS, Amir Panjaitan, menawarkan alat berat excavator, namun untuk bahan bakarnya tidak terdukung anggaran.

“Meski begitu, keluhan ini akan kami sampaikan ke pimpinan untuk melakukan pinjam pakai alat berat berikut dengan bahan bakarnya,” kata Amir.

Didesak petani, Amir meminta waktu selama tiga hari ke depan untuk melakukan koordinasi kepada pimpinan guna mencari solusi anggarannya.

Sementara itu, Kasi Pembangunan UPT Sumber Daya Air Sungai Bah Bolon, Sadikan, menjelaskan tahun ini juga telah dianggarkan normalisasi Sei Tanjung yang akan segera dilaksanakan.

“Sebelumnya saya sudah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk tiga bendungan yang dimaksud dan akan saya usahakan dengan segala kemampuan saya untuk memastikan pelaksanaan kegiatannya terlaksana,” sebut Sadikan.

Sadikan menyampaikan informasi bahwa normalisasi Sungai Tanjung di Kecamatan Air Putih telah dianggarkan Pemprov Sumut melalui APBD 2026 dengan pagu anggaran Rp7,5 miliar dan saat ini dalam proses tender. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN