Friday, September 25, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Unik! Demo Konflik Agraria, Petani Gurilla Jualan dan Memasak Hasil di Balai Kota Pematangsiantar

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 14.23 WIB
unik_demo_konflik_agraria_petani_gurilla_jualan_dan_memasak_hasil_di_balai_kota_pematangsiantar

Petani Gurilla memasarkan hasil tanamannya di tengah aksi unjuk rasa di Balai Kota Pematangsiantar, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hamzah/Mistar.id)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/9/2026) - Aksi unjuk rasa petani pejuang reforma agraria yang tergabung dalam Serikat Petani Sejahtera Indonesia (SEPASI) di Balai Kota Pematangsiantar berlangsung unik. Di tengah tuntutan penyelesaian konflik agraria, massa menjajakan hasil tani kepada polisi yang mengawal aksi.

Petani membawa hasil kebun yang mereka tanam sendiri dan memasarkannya di depan Balai Kota. Aktivitas jual beli di sela unjuk rasa menjadi cara petani Gurilla memperkenalkan hasil tani sekaligus menyuarakan konflik lahan yang mereka hadapi.

Aksi yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional ini dimanfaatkan untuk menyoroti persoalan agraria agar mendapat perhatian pemerintah.

"Kami kembali datang untuk menyuarakan konflik agraria agar diselesaikan. Selain itu, kami membawa hasil pertanian untuk dijual. Kami berharap persoalan agraria segera mendapat penyelesaian," ujar seorang pengunjuk rasa, Kamis (24/9/2026).

Tak hanya orasi dan menggelar lapak dadakan, massa juga memasak kolak untuk dibagikan gratis kepada warga. "Kami mau masak kolak, nanti akan kami bagikan gratis," teriak pengunjuk rasa.

Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Setdako Pematangsiantar, Fidelis Edy Suranta Sembiring, mengizinkan aksi masak-memasak setelah berdialog dengan massa. "Boleh masak, tapi di depan gerbang agar tidak mengganggu aktivitas," ujar Fidelis.

Ketua aksi SEPASI, James Gultom, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk peringatan Hari Tani Nasional.

"Selain menyampaikan aspirasi, ada petani yang menjual hasil tanamannya sendiri untuk mengenalkan hasil tani dari Gurilla. Kolak yang dimasak sebagai hadiah Hari Tani Nasional dan akan dibagikan," kata James.

Petani berharap aspirasi yang disampaikan pada momentum Hari Tani Nasional ditindaklanjuti Pemko Pematangsiantar, termasuk penyelesaian konflik agraria di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari dan keberlangsungan usaha pertanian warga. (Hamzah)


Massa SEPASI memasak kolak di depan Balai Kota Pematangsiantar untuk dibagikan gratis pada Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hamzah/Mistar.id)

SEPASI, HariTaniNasional, KonflikAgraria, Gurilla, PetaniSiantar



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN