HORJA Economic Forum 2026 Dorong Ekonomi Pematangsiantar-Simalungun dari KEK Sei Mangkei

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar menggelar HORJA Economic Forum 2026 di Aula Sisingamangaraja XII, Rabu (23/9/2026). (Foto: Humas BI Siantar/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/9/2026) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar menggelar HORJA Economic Forum 2026 di Aula Sisingamangaraja XII, Rabu (23/9/2026).
Tema yang diusung, Sinergi Kawasan, Akselerasi Pertumbuhan: Mengoptimalkan Dampak Pengganda KEK Sei Mangkei bagi Pematangsiantar–Simalungun.
Forum ini menjadi momentum penguatan integrasi ekonomi antarwilayah. Tujuannya bukan sekadar memperbaiki rantai pasok, tetapi mendorong KEK Sei Mangkei agar tidak terisolasi dan menjadi motor penggerak ekonomi bagi daerah sekitar.
Kepala KPwBI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan, Kabupaten Simalungun unggul di pertanian dan industri pengolahan, sedangkan Kota Pematangsiantar kuat sebagai pusat perdagangan dan jasa.
"Kalau dua kekuatan ini digabung, pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan bisa benar-benar terwujud," ujar Ahmadi kepada MISTAR.ID, Kamis (24/9/2026).
Pemerintah Kota Pematangsiantar merespons positif. Plh. Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Fidelis Sembiring menegaskan komitmen kolaborasi untuk memperluas lapangan kerja dan peluang usaha bagi warga lokal.
Dosen Ekonomi Pembangunan FEB USU Wahyu Sugeng Imam Soeparno mengingatkan, efek pengganda KEK tidak terjadi otomatis.
"Efek pengganda KEK tidak jatuh begitu saja. Kuncinya ada di keterkaitan lokal, kesiapan SDM, dan kolaborasi. Kalau rantai pasok lemah, nilai tambah dan tenaga kerja terbaik justru lari ke luar," katanya.
Menanggapi itu, Direktur PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra) Alwin Abdi membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Pihaknya siap memfasilitasi UMKM sebagai pemasok kebutuhan tenan KEK melalui program Link and Match IKM.
Dari sisi hulu, Wakil Sekjen KTNA Simalungun Zulfikar Damanik optimistis komoditas pangan, hortikultura, dan kopi mampu menopang kawasan, asalkan persoalan pemasaran dan logistik petani teratasi.
Staf Ahli Bupati Simalungun Debora Hutasoit menyebut Pemkab telah menyiapkan balai latihan kerja agar tenaga lokal kompetitif. Petani juga didorong tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi masuk rantai pasok industri, misalnya memasok konsentrat buah ke pabrik es krim Aice di KEK. Ia juga menyoroti kebutuhan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
Kepala Bappeda Pematangsiantar Sofie Saragih menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal oleh KEK Sei Mangkei.
Dampak KEK juga akan terasa di pariwisata dan perhotelan. Ketua PHRI Simalungun Robert Pardede menilai kawasan ini menjadi game changer.
"KEK Sei Mangkei ini benar-benar pengubah permainan. Aktivitas bisnis meningkat, permintaan akomodasi, katering, dan restoran ikut naik. Kami mengusulkan Simalungun Tourism Forum dan Tourism Corridor agar perjalanan bisnis bisa menjadi kunjungan wisata," ujarnya.
Forum menyepakati pembagian peran: Kota Pematangsiantar sebagai pusat bisnis dan jasa, termasuk MICE, perdagangan, dan transportasi; Simalungun fokus pada produksi pangan, bahan baku, dan pariwisata.
Sebagai tindak lanjut, para pihak sepakat menggelar business matching dan program pengadaan lokal secara rutin agar produk lokal terserap pasar industri di KEK Sei Mangkei.(hm02)










































