Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Serapan Anggaran Simalungun Baru 40 Persen, Warga Desak Proyek Jalan dan Irigasi Segera Dikerjakan

Mistar.idRabu, 24 Juni 2026 pukul 15.05 WIB
serapan_anggaran_simalungun_baru_40_persen_warga_desak_proyek_jalan_dan_irigasi_segera_dikerjakan

Kepala BPKPD Simalungun, Simson Sauttua Tambunan. (foto:indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (24/6/2026) – Realisasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun hingga akhir semester pertama tahun 2026 mencapai sekitar 40 persen. Meski demikian, sejumlah proyek fisik disebut akan mulai berjalan dalam waktu dekat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Simalungun, Simson Sauttua Tambunan, mengatakan pemerintah daerah telah mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan.

"Kita sudah sampaikan kepada perangkat daerah untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan. Kita khawatir juga soal cuaca, jangan sampai nantinya terkendala di situ," ujar Simson saat ditemui di lingkungan DPRD Simalungun, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari dinas teknis, sejumlah pekerjaan fisik saat ini sudah memasuki tahap kontrak. Pelaksanaannya diperkirakan mulai berjalan pada Juli mendatang.

"Informasinya bulan Juni ini sudah kontrak, kemungkinan Juli sudah mulai dikerjakan," kata Simson.

Selama beberapa tahun terakhir, pelaksanaan proyek fisik di Simalungun kerap menumpuk pada akhir tahun anggaran. Menanggapi hal itu, Simson memilih menyerahkan penjelasan lebih rinci kepada dinas teknis yang menangani langsung pekerjaan tersebut.

Namun, ia tidak menampik adanya faktor yang dapat memengaruhi proses pelaksanaan proyek, salah satunya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada harga material dan biaya pekerjaan.

"Dengan adanya kenaikan harga BBM, tentu ada pengaruhnya. Ada perubahan standar harga karena harga barang di lapangan sudah berubah," ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat berharap proyek-proyek yang telah direncanakan segera direalisasikan. Sebab, masih banyak infrastruktur yang membutuhkan perhatian, mulai dari jalan hingga jaringan irigasi pertanian.

Lamro Damanik, petani asal Kecamatan Panei, mengaku berharap pemerintah tidak lagi menunda pekerjaan yang menyangkut kebutuhan masyarakat.

"Semoga benar-benar dikerjakan. Yang penting kualitasnya juga bagus, jangan hanya selesai di atas kertas, tetapi cepat rusak," katanya, Rabu (24/6/2026).

Menurut Lamro, kerusakan irigasi di sejumlah areal persawahan mulai berdampak terhadap produktivitas pertanian.

"Iya, selain jalan, irigasi kita juga banyak yang rusak, makanya banyak yang ganti jadi lahan kering," ujar ayah dua anak ini.

Harapan serupa disampaikan Arya Sinaga, warga Kecamatan Silimakuta. Ia berharap akses jalan menuju lahan pertanian dan perkebunan dapat menjadi prioritas perbaikan tahun ini.

"Kalau jalannya bagus, hasil panen lebih mudah diangkut. Biaya juga bisa lebih ringan," ucapnya.

Dengan serapan anggaran yang masih berada di angka 40 persen, masyarakat kini menanti realisasi proyek-proyek yang telah dijanjikan. Terutama pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga di sektor pertanian dan infrastruktur dasar. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN