Pemko Pematangsiantar Minta Tambahan Stok BBM Antisipasi Panic Buying

Kendaraan mengisi bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Kota Pematangsiantar. (Foto: Hamzah/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Sari Dewi Damanik, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga agar pasokan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap terjaga dan tersedia di seluruh SPBU.
"Ya, sudah koordinasi dua hari yang lalu dengan Pertamina. Untuk stok Pertalite dan Solar sudah dikoordinasikan dengan BPH Migas," ujar Sari saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Sari menjelaskan, koordinasi yang dibangun dengan Pertamina bertujuan mengantisipasi konsumen pengguna BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi. Hal ini juga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi secara nasional.
"Untuk permintaan penambahan stok, Pertamina dan juga BPH Migas sudah mempersiapkannya. Kita tunggu kabar baiknya, ya. Kami juga akan rapat pekan depan," ujarnya.
Ia menambahkan, penambahan stok BBM yang diminta Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat melakukan panic buying. Pada tahun 2026, kuota BBM Solar di Kota Pematangsiantar mencapai 29.423 kiloliter dan BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sebesar 55.523 kiloliter.
Sebagaimana diketahui, Pertamina telah menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.600 per liter pada Rabu (10/6/2026).
Sebelumnya, kenaikan juga terjadi pada Pertamax Turbo dari Rp13.350 per liter menjadi Rp19.850 per liter, Dexlite dari Rp14.500 per liter menjadi Rp24.150 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.800 per liter menjadi Rp24.450 per liter pada April 2026 lalu. (hm25)
BERITA TERPOPULER






















