Imlek 2577 Kongzili: Tahun Kuda Api Simbol Kerja Keras dan Solidaritas

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa (17/2/2026). Pergantian ini menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam kalender China yang berbasis siklus 60 tahunan.
Perubahan shio dan elemen tersebut diyakini membawa dinamika baru dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan personal.
Sekretaris Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pematangsiantar, Chandra, mengatakan dalam penanggalan Imlek terdapat sirkulasi 12 Shio dan tahun ini jatuh kepada elemen kuda api, di mana tiap tahun itu berubah.
"Dalam masyarakat Tionghoa itu sendiri, dalam imlek ini sebenarnya berasal dari tiga unsur yaitu unsur langit yang artinya memberi, unsur bumi menerima dan unsur manusia yaitu menjalankan. Jadi tiga elemen ini lah yang cukup penting dalam perayaan imlek," ujarnya kepada Mistar pada Sabtu (31/1/2026).
Berdasarkan kepercayaan Tionghoa, langit yang memberikan segala sesuatu, bumi lah tempat yang diberikan dan manusia yang melaksanakannya.
"Maka dari itu imlek ini bukan perayaan agama Buddha sebenarnya, tidak ada keterkaitannya. Imlek ini merupakan perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa dan pergantian siklus shio itu sendiri.
Ia menambahkan, selama ini banyak statement Imlek merupakan perayaan dari agama Buddha. Kebetulan di Kota Pematangsiantar, masyarakat Tionghoa banyak yang beragama Budha. Kemudian, viharanya banyak elemen-elemen dari mahayana karena mahayana Buddha lah yang menjurus ke Tionghoa.
"Jadi, perayaan Imlek sebenarnya termasuk budaya Tionghoa. Bukan hanya yang beragama Buddha. Namun, dari agama tersebut maka semua menjadi bersatu," ujarnya.
Kenapa Disebut Tahun Kuda Api?
Chandra menjelaskan tahun kuda api melambangkan bekerja lebih keras dan menyesuaikan diri dengan pergerakan dinamis di masyarakat. Seperti sifat seekor kuda yang berlari kencang dan api yang menjadi elemennya.
"Jadi, kita dituntut berjuang lebih keras lagi dalam hidup. Kalau kita tidak menyesuaikan, pasti kita akan ketinggalan," ucapnya.
Kemudian, kuda juga melambangkan solidaritas. Bertepatan karena Indonesia sedang banyak dilanda bencana, maka masyarakat diminta lebih solidaritas kepada rekan-rekan yang membutuhkan.
"Meski tidak ada bencana, tetap harus solidaritas karena itu memang sudah tercatat dalam kepercayaan Tionghoa. Selain harus bekerja keras lebih keras lagi supaya kita bisa bersaing secara ekonomi, kita juga harus meningkatkan rasa solidaritas agar berimbang. Jangan lupa untuk berdoa," tuturnya.
Chandra menyampaikan rangkaian acara Imlek di Vihara Avalokitesvara pada 11 Februari 2026. “Kami akan berbagi kasih kepada masyarakat Tionghoa di sekitar. Kegiatan ini sudah rutin kami laksanakan sejak 1998. Kami akan membagikan sekitar 150 paket ke masyarakat membutuhkan," ujarnya.
Sedangkan pertunjukan barongsai akan dilaksanakan mulai 15 hingga 18 Februari 2026.
"Kalau di Siantar, barongsai dimulai tanggal 15 Februari 2026. Dari sore sudah mulai. Ada pula perayaan menyambut Imlek terhadap lansia di Megaland Pematangsiantar. Keesokan harinya perayaan Imlek dimulai di pusat kota," tuturnya. (hm20)
























