Kadus Bandar Klippa Akui Pengutipan untuk Lampu Jalan Sudah Berlangsung Bertahun-tahun

Proposal yang dijalankan untuk perbaikan lampu di Dusun IX, Desa Bandar Klippa yang viral.(foto:putra/mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (6/7/2026) – Kepala Dusun (Kadus) XI Desa Bandar Klippa, Jono Santoso, membenarkan kegiatan pengutipan uang yang viral dilakukan oleh bawahannya. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui proposal pengutipan tersebut telah dijalankan. Padahal sebelumnya, menurut Jono, Ketua RT IX telah berkoordinasi dengannya secara lisan.
Jono menjelaskan, Ketua RT IX, Suherianto, baru menjabat sekitar tiga bulan. Menurutnya, persoalan pengutipan dana untuk perbaikan lampu jalan di RT IX juga telah disosialisasikan kepada warga melalui perwiritan ibu-ibu.
"Itu Pak RT-nya baru tiga bulan. Dia sudah bilang sama saya secara lisan dan juga menyampaikan ke ibu-ibu perwiritan. Saya pun terkejut, kok tiba-tiba sudah ada saja suratnya seperti proposal. Biasanya sukarela saja dan tidak ada masalah," ucapnya, Senin (6/7/2026), melalui sambungan seluler.
Ia menerangkan, selama ini warga di wilayahnya cukup aktif bergotong royong. Setiap lampu jalan di gang yang rusak, mati, maupun hilang, diganti secara swadaya oleh masyarakat.
"Memang sudah kebiasaan, dari swadaya masyarakat. Tapi terkhusus di gang-gang saja, bukan di jalan besar," ungkapnya.
Menurut Jono, selama ini pemilik Toko Siti kurang aktif dalam kegiatan lingkungan. Namun, orang tua pemilik toko aktif dalam kegiatan desa sehingga pengutipan tersebut tidak pernah menjadi persoalan.
"Jadi Ketua RT IX menyuruh mengutip. Biasanya ke rumah Bu Siti. Tapi karena rumahnya kosong, yang mengutip berinisiatif datang ke toko. Selama bertahun-tahun memang orang tuanya yang aktif dan tidak ada masalah. Karena Bu Siti tidak tahu, jadi dia bingung," katanya.
Jono juga mengatakan, perbaikan lampu jalan di gang-gang dusunnya selama ini tidak pernah didanai oleh pemerintah desa. Seluruh biaya pemeliharaan ditanggung secara gotong royong oleh masyarakat.
"Dari dulu sampai hari ini memang tidak pernah ada. Itu urusannya masyarakat. Memang tidak ada laporan ke desa, saya inisiatif saja. Itu sudah kebiasaan, sejak saya menjadi kepala dusun bahkan sebelum saya menjabat. Hal itu memang sudah biasa dilakukan oleh Pak RT yang dulu-dulu, sudah bertahun-tahun," ujarnya.
Sebelumnya, unggahan Siti viral di media sosial setelah memperlihatkan seorang pria yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di tokonya. Video tersebut kemudian mengundang beragam komentar dari warganet. (hm27)
























