Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Cabai Lokal Siboras Berbuah hingga Setahun, Petani Harap Pasokan Pupuk Terjamin

Mistar.idSabtu, 11 Juli 2026 pukul 14.49 WIB
cabai_lokal_siboras_berbuah_hingga_setahun_petani_harap_pasokan_pupuk_terjamin

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, saat melakukan panen Cabai Siboras di Kecamatan Pematang Silimahuta. (Foto: Diskominfo/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Panen raya Cabai Merah Varietas Lokal Siboras di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, memperlihatkan potensi besar komoditas hortikultura asli Simalungun. Di lahan milik Rando Jawak, tanaman cabai tumbuh hingga sekitar dua meter dan masih terus berbuah meski sudah berulang kali dipanen.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih datang ke lokasi panen, Jumat (10/7/2026). Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, ia berkeliling dan berbincang dengan petani mengenai budidaya cabai yang dikembangkan warga.

Rando mengatakan Cabai Lokal Siboras mulai berbuah sekitar 145 hari setelah tanam. Setelah itu, panen dapat dilakukan setiap minggu dan berlangsung hingga kurang lebih satu tahun.

"Dalam satu hektare ada sekitar 14 ribu batang. Kalau pemupukannya cukup dan tanamannya dirawat dengan baik, hasilnya bisa rata-rata tiga ton per hektare setiap minggu," ucap Rando.

Hasil yang diperoleh tersebut, menurutnya, tidak lepas dari biaya produksi yang cukup besar. Pupuk non-subsidi menjadi kebutuhan utama, tetapi kerap sulit didapat saat dibutuhkan.

"Kami berharap pemerintah membantu soal ketersediaan pupuk non-subsidi. Itu yang paling kami perlukan supaya produksi cabai dan jeruk tetap terjaga," katanya.

Bupati Anton mengaku senang melihat perkembangan varietas lokal tersebut. Menurutnya, Cabai Lokal Siboras memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas karena mampu menghasilkan panen dalam jangka waktu yang panjang.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendampingi petani dan memperkenalkan varietas tersebut ke wilayah lain agar semakin banyak masyarakat yang membudidayakannya. Sebelum meninggalkan kebun, bupati turut memetik cabai bersama petani.

Rando kemudian menunjukkan cara memanen yang biasa dilakukan. Cabai dipetik bersama tangkainya agar buah tidak cepat rusak dan tanaman tetap menghasilkan pada panen berikutnya. Teknik itu, kata Rando, sudah menjadi kebiasaan petani karena berpengaruh terhadap umur produksi tanaman. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN