396 Siswa Lulus Seleksi PPDB di SMAN 4 Pematangsiantar

SMA Negeri 4 Pematangsiantar. (Foto: Dokumentasi Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Persaingan memperebutkan kursi di sekolah favorit Kota Pematangsiantar akhirnya tuntas. Sebanyak 396 siswa dinyatakan lulus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 4 Pematangsiantar.
Kepala SMAN 4 Pematangsiantar, Suratno, menyebutkan seleksi tahun ini berjalan sangat ketat. Pihak sekolah harus disiplin menyaring pendaftar sesuai dengan daya tampung maksimal kelas. Akibat keterbatasan ruang tersebut, ratusan pendaftar terpaksa gigit jari.
Pada penyaringan Tahap I yang membuka jalur afirmasi, mutasi, dan domisili, animo masyarakat langsung melesat tajam. Panitia mencatat total ada 653 berkas yang masuk. Dari jumlah tersebut, hanya 255 siswa yang dapat ditampung, sementara 398 pendaftar lainnya langsung gugur pada tahap awal.
"Jalur afirmasi menyediakan 122 kuota, tapi yang daftar sampai 294 orang, jadi ada 172 yang tidak lolos. Kalau jalur mutasi ada 15 kuota dan kebetulan pas terisi 15 peserta, semuanya lolos. Nah, untuk jalur domisili ini yang padat, ada 344 pendaftar rebutan 118 kuota, makanya 226 peserta terpaksa tidak lolos," kata Suratno kepada Mistar, Sabtu (11/7/2026).
Persaingan tidak mengendur saat memasuki Tahap II yang berfokus pada jalur prestasi akademik dan non-akademik. Jalur ini menjadi ajang adu piagam dan nilai rapor SMP. Panitia menerima 309 berkas pendaftar, namun bangku yang tersedia hanya untuk 141 orang. Alhasil, 168 pendaftar terpaksa dicoret.
Suratno merinci, untuk jalur prestasi akademik tersedia 122 kuota yang diperebutkan oleh 259 pendaftar, sehingga 137 di antaranya tidak lolos. Sementara pada jalur prestasi non-akademik, dari 50 orang yang mendaftar, hanya 19 siswa yang lolos sesuai kuota dan 31 lainnya dinyatakan gagal.
Meski persaingan berlangsung ketat dan sempat membuat para orang tua murid tegang, Suratno memastikan proses PPDB di SMAN 4 Pematangsiantar tahun ini berjalan lancar. Tidak ada kendala teknis maupun administrasi yang mengganggu jalannya seleksi.
"Kuncinya ada di transparansi data. Itu yang membuat masyarakat tetap percaya dengan seluruh proses penyaringan ini," tuturnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Sekolah Rakyat di Simalungun Ditargetkan Terima Murid pada 2027, Pembangunan Dimulai Tahun IniBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER

























