Sekolah Rakyat di Simalungun Ditargetkan Terima Murid pada 2027, Pembangunan Dimulai Tahun Ini

Kepala Dinas Sosial Simalungun, Osnidar Marpaung. (foto:indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (10/7/2026) — Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Simalungun mulai menunjukkan perkembangan. Setelah proses koordinasi dengan pemerintah pusat terus berjalan, sekolah yang menjadi bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan mulai menerima peserta didik baru pada 2027.
Kepala Dinas Sosial Simalungun, Osnidar Marpaung, mengatakan pihaknya baru saja mengikuti rapat secara daring bersama kementerian terkait untuk membahas progres pembangunan sekolah tersebut.
"Menurut informasi, tahun depan sudah mulai menerima murid. Hari ini kami juga zoom dengan kementerian. Insyaallah tahun ini mulai proses pembangunannya di Simalungun," kata Osnidar, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, pembangunan fisik sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski begitu, komunikasi antara Pemkab Simalungun dan kementerian terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Osnidar menyebut informasi terakhir yang diterima menyatakan pembangunan diperkirakan dimulai pada akhir tahun ini. Namun, jadwal pastinya masih menunggu keputusan dari kementerian.
"Informasi terakhir akhir tahun. Kementerian yang membangun," ujarnya.
Sekolah Rakyat itu akan dibangun di Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei. Rencana pembangunan tersebut disambut positif masyarakat.
Warga Nagori Sigodang, Kecamatan Panei, Merly Saragih, berharap pemerintah tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga segera memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai mekanisme penerimaan peserta didik.
Menurutnya, sosialisasi perlu dilakukan hingga ke tingkat desa agar masyarakat memahami persyaratan masuk dan sasaran penerima manfaat program tersebut.
"Supaya lebih transparan, apa saja syarat masuk sekolah itu, apalagi sekolahnya di daerah kita. Dinas harus sosialisasi ke desa-desa," katanya.
Merly mengaku optimistis kehadiran Sekolah Rakyat akan membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, terlebih karena program tersebut disebut tidak memungut biaya.
"Senanglah kalau itu memang ada, apalagi informasinya gratis dan keluarga dapat manfaat juga. Semoga segera dilaksanakan," ucap ibu tiga anak itu. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah di Jalan Kapten Muslim Medan Diserbu Pembeli























