Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Bendung di Ujung Padang Rusak Sejak Tahun Lalu, DPRD Simalungun Soroti Belum Ada Anggaran Perbaikan

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 16.58 WIB
bendung_di_ujung_padang_rusak_sejak_tahun_lalu_dprd_simalungun_soroti_belum_ada_anggaran_perbaikan

Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, meninjau bendung yang rusak di Kecamatan Ujung Padang baru-baru ini. (Foto: BPBD Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Kerusakan dua bendung di Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang, ternyata bukan persoalan baru. Bangunan pengairan yang kini berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian itu sudah rusak sejak tahun lalu dan kondisinya terus memburuk setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kepala BPBD Simalungun Budiman Silalahi mengatakan, banjir yang merusak bendung tersebut terjadi sejak tahun lalu. Namun, kerusakan terus bertambah karena hingga kini belum dilakukan perbaikan.

"Kejadiannya tahun lalu, tetapi terus bertambah rusak setiap hujan datang. Kalau tidak segera diperbaiki, akan tambah rusak," kata Budiman saat ditemui, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Simalungun memastikan perbaikan bendung tersebut belum masuk dalam anggaran tahun ini.

Kepala Dinas PUTR Simalungun Hotbinson Damanik mengatakan, anggaran dinasnya pada 2026 lebih banyak difokuskan untuk perbaikan infrastruktur jalan.

"Kita tahun ini kebanyakan fokus perbaikan jalan," katanya, Selasa siang.

Kondisi itu mendapat perhatian anggota DPRD Simalungun dari Fraksi PDI Perjuangan, H Mariono. Ia mengaku sebelumnya telah menerima informasi bahwa persoalan bendung tersebut sudah ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Menurut Mariono, warga Tanjung Marihat juga sebelumnya telah menyampaikan persoalan kerusakan bendung. Bahkan, warga disebut telah menyerahkan proposal kepada dinas.

"Sudah ada peninjauan dari Dinas PUTR waktu itu. Ada juga laporan dari warga Tanjung Marihat. Mereka menyebut proposalnya sudah sama dinas," ujar Mariono saat dihubungi, Selasa.

Ia mengatakan, DPRD sebelumnya menganggap persoalan itu telah mendapat tindak lanjut karena sudah ada peninjauan dari instansi terkait.

"Jadi bukan kita tidak peduli. Pada saat itu disebut sudah ada yang menindaklanjuti. Ya, kalau sudah ada yang menangani, kita pikir sudah oke," katanya.

Namun, setelah diketahui kerusakan bendung masih belum tertangani dan terus berdampak terhadap petani, Mariono mengatakan Fraksi PDI Perjuangan akan membawa persoalan tersebut dalam pembahasan anggaran.

"Kalau kenyataannya seperti ini, nanti akan kita bawa dalam rapat Badan Anggaran dan juga akan kita sampaikan dalam pandangan Fraksi PDIP," ujarnya.

Sebelumnya, dua bendung yang rusak akibat banjir di Kecamatan Ujung Padang berdampak pada lahan pertanian seluas sekitar 151,6 hektare.

Bendung Tanjung Marihat melayani irigasi sekitar 66 hektare sawah, sedangkan Bendung Kampung Baru Hilir mengaliri sekitar 85,6 hektare lahan pertanian.

Selama aliran irigasi belum kembali normal, sebagian petani terpaksa menggunakan mesin pompa untuk mendapatkan air. Kondisi itu membuat biaya produksi pertanian bertambah. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN