Friday, June 26, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Bantuan Korban Kebakaran Pasar Dwikora Mulai Dicairkan, Tahap Kedua Menunggu Verifikasi

Mistar.idJumat, 26 Juni 2026 pukul 15.22 WIB
bantuan_korban_kebakaran_pasar_dwikora_mulai_dicairkan_tahap_kedua_menunggu_verifikasi

Pedagang korban kebakaran memperoleh bantuan dari pemerintah daerah. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (26/6/2026) – Pascakebakaran yang melanda Pasar Tradisional Dwikora, Kota Pematangsiantar, pada 18 Juni 2026 lalu dan menghanguskan 276 kios, sejumlah pedagang kini mulai bernapas lega. Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar telah menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan, menyampaikan bantuan dari Pemko disalurkan secara bertahap melalui rekening bank daerah.

"Untuk tahap awal, pada 24 Juni 2026, sebanyak 41 pedagang telah menerima bantuan senilai Rp10 juta," ujar Herbet saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).

Herbet melanjutkan, untuk penyaluran bantuan tahap kedua, pihaknya masih menunggu tindak lanjut karena saat ini Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) sedang melakukan verifikasi data pedagang.

"Harapannya, di tahap kedua ini penyaluran bantuan sudah selesai seluruhnya. Namun, kita masih menunggu PD PHJ. Mungkin mereka masih memvalidasi data," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedy Idris Harahap, menyampaikan bahwa Pemko membuka kemungkinan bagi para pedagang untuk membangun sendiri kios mereka.

Mengenai anggaran pembangunan, secara umum Pemko Pematangsiantar siap membangun kembali kawasan Pasar Tradisional Dwikora yang terbakar.

"Sampai semalam Pak Sekda menyebut siap. Untuk estimasi jumlahnya belum ada," ujarnya.

Ia mengatakan, jika pemerintah yang membangun kios, maka anggarannya berasal dari pemerintah. Namun, para pedagang tetap berharap dapat membangun kios mereka sendiri.

"Kalau mereka yang membangun, menggunakan uang mereka sendiri. Makanya nanti akan diminta persetujuan seluruh pedagang. Jangan nanti ada yang membangun, ada yang tidak. Kalau mayoritas memilih membangun sendiri dan ada yang tidak, maka akan diambil alih oleh Pemko," ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN