Friday, June 26, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Ikon Tulisan Lapangan Merdeka Pematangsiantar Dirusak OTK, Pemkot Janji Segera Perbaiki

Mistar.idJumat, 26 Juni 2026 pukul 14.48 WIB
ikon_tulisan_lapangan_merdeka_pematangsiantar_dirusak_otk_pemkot_janji_segera_perbaiki

Tulisan Lapangan Merdeka yang berlokasi di area depan taman yang dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK). (foto:abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (26/6/2026) - Fasilitas publik di Kota Pematangsiantar lagi-lagi menjadi sasaran empuk aksi vandalisme. Kali ini, giliran ikon tulisan Lapangan Merdeka yang berlokasi di area depan taman dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).

Berdasarkan pantauan Mistar.id pada Jumat (26/6/2026), beberapa huruf pada tulisan ikonik tersebut sudah hilang dan patah. Alhasil, spot yang biasanya ramai digunakan warga untuk berswafoto atau sekadar duduk santai itu kini tampak ompong dan kurang sedap dipandang. Pemandangan ini pun memicu kekecewaan sejumlah pengunjung yang berharap ada pengawasan lebih ketat dari pihak terkait.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Pematangsiantar, Robert Sitanggang, memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Robert berjanji perbaikan tulisan tersebut bakal diupayakan masuk dalam agenda pemeliharaan sedini mungkin.

"Nanti kita upayakan tahun ini dilakukan pemeliharaan untuk itu. Kita juga sangat menyayangkan kejadian tersebut. Fasilitas itu seharusnya dijaga dengan baik," ujar Robert saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.

Robert menambahkan, ego sektoral dalam menjaga fasilitas publik harus dihilangkan. Sebab, seluruh fasilitas di Lapangan Merdeka dibangun menggunakan anggaran daerah yang notabene merupakan uang rakyat, sehingga merawatnya pun menjadi kewajiban bersama.

Ia pun mengetuk kesadaran para pengunjung yang datang ke Lapangan Merdeka agar ikut mengawasi serta menjaga kebersihan dan keutuhan fasilitas yang ada di sana.

"Marilah kita sama-sama merawat fasilitas yang ada. Ini adalah tanggung jawab kita bersama agar seluruh fasilitas tetap terjaga dan bisa dinikmati masyarakat luas," pungkasnya.

Kasus rusaknya ikon kota ini menjadi alarm keras bagi tingkat kesadaran publik di Pematangsiantar. Jika mentalitas menjaga aset bersama masih rendah, fasilitas sebagus apa pun yang dibangun pemerintah akan terus berakhir rusak dan berujung merugikan masyarakat sendiri. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN