Friday, June 26, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Program MBG Buka Peluang Besar, UMKM Simalungun Didorong Jadi Pemasok Utama Pangan

Mistar.idJumat, 26 Juni 2026 pukul 15.43 WIB
program_mbg_buka_peluang_besar_umkm_simalungun_didorong_jadi_pemasok_utama_pangan

Kegiatan Business Matching SPPG dan Pelaku Usaha Siantar-Simalungun di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun. (foto:indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (26/6/2026) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di Kabupaten Simalungun. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk program nasional tersebut dinilai dapat menjadi pasar yang menjanjikan jika mampu dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Business Matching antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku UMKM dari Kabupaten Simalungun serta Kota Pematangsiantar yang digelar Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, yang hadir mewakili Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.

Membacakan sambutan bupati, Mixnon mengatakan Program MBG tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan gizi bagi anak sekolah. Di balik itu, terdapat peluang besar yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama bagi petani, peternak, koperasi, hingga UMKM yang bergerak di sektor pangan.

"Program ini mendukung ketahanan pangan, membantu pengendalian inflasi, memberdayakan pelaku usaha, sekaligus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal," ujarnya.

Menurutnya, Simalungun memiliki modal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan Program MBG. Daerah ini memiliki hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan yang selama ini menjadi andalan.

"Potensi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat lokal," katanya.

Sekda Mixnon berharap forum yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan, tetapi mampu melahirkan kemitraan yang nyata antara SPPG dan pelaku UMKM. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar SPPG memperoleh pasokan bahan baku berkualitas, sementara produk-produk lokal memiliki kepastian pasar.

"Kami berharap kegiatan yang diinisiasi BI di Siantar-Simalungun ini benar-benar menghubungkan UMKM dengan SPPG. SPPG mendapatkan bahan baku yang baik, sementara UMKM dan produk lokal mampu memenuhi standar yang dibutuhkan sehingga bisa menjadi pemasok," ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis, keberadaan SPPG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah.

"Harapan besarnya, pertumbuhan SPPG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga mengangkat ekonomi lokal karena kebutuhan pangannya dipenuhi oleh pelaku usaha di daerah sendiri," kata Sekda.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah. Informasi yang belum merata, akses pasar yang terbatas, serta koordinasi antarpihak yang belum maksimal masih menjadi kendala.

Karena itu, Mixnon meminta pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar keamanan pangan. Di sisi lain, SPPG diharapkan memberi ruang lebih luas kepada pengusaha lokal untuk menjadi mitra penyedia bahan pangan.

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan kebutuhan bahan pangan Program MBG akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG. Di Kabupaten Simalungun terdapat 79 unit SPPG, sedangkan di Kota Pematangsiantar ada 42 unit. Seluruhnya membutuhkan pasokan bahan pangan secara rutin setiap pekan.

Ahmadi mengatakan, pihaknya juga mendorong terbentuknya rantai pasok yang lebih efisien melalui kemitraan langsung dengan produsen lokal, diversifikasi menu, serta pemanfaatan aplikasi KEDAN MBG agar proses transaksi berlangsung lebih mudah dan transparan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Sumatera Utara, Donal Simanjuntak, menjelaskan kebutuhan bahan pangan Program MBG sekaligus mekanisme kemitraan yang dapat diikuti para pelaku usaha.

Kegiatan itu juga dihadiri Asisten Administrasi dan Umum Pemko Pematangsiantar, Dedy Tunasto, mewakili wali kota. Setelah sesi pemaparan, peserta berdiskusi mengenai pola kerja sama sebelum acara ditutup dengan foto bersama. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN