Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Alih Fungsi Kebun Teh Sidamanik Jadi Sawit Picu Krisis Air dan Ancam Pertanian Warga

Mistar.idSenin, 24 November 2025 pukul 16.39 WIB
alih_fungsi_kebun_teh_sidamanik_jadi_sawit_picu_krisis_air_dan_ancam_pertanian_warga

Areal kebun PTPN IV Sidamanik di Nagori Bandar Manik, Kecamatan Pematang Sidamanik yang sebelumnya ditanami teh kini menjadi sawit.(foto: Indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Penanaman kelapa sawit di areal Kebun Teh Sidamanik, Kabupaten Simalungun, semakin memicu kekhawatiran lingkungan serta mengancam ketahanan pangan warga sekitar.

Penelusuran Tim Mistar pada Senin (24/11/2025) menemukan sedikitnya 125 hektare lahan teh di Nagori Bandar Manik telah diratakan dan diganti dengan bibit sawit oleh PTPN IV.

Pihak PTPN IV menyebut langkah itu bagian dari optimalisasi aset akibat sebagian areal dianggap tidak produktif. Namun hasil pantauan di lapangan menunjukkan tanaman teh sebelumnya dibiarkan terbengkalai tanpa perawatan.

Di Kampung Baharen, Nagori Pematang Sidamanik, pohon teh tampak tumbuh liar setinggi 2–3 meter. Informasi dari warga menyebutkan area tersebut juga akan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit.

Alih fungsi lahan ini diperkirakan akan mengubah pola aliran air. Jika seluruh blok teh disawitkan, limpasan air akan turun ke Nagori Manik Maraja kemudian mengalir ke Bah Damanik (Sarimatondang). Tidak ada jalur pembuangan lain, sehingga permukiman berada pada posisi paling rentan terhadap banjir kiriman.

Dampak awal sudah dirasakan petani. Sedikitnya 100 hektare sawah di Pematang Tiga Urung, Parmahanan, dan Sinaman 1 kini sulit ditanami padi akibat berkurangnya pasokan air dan perubahan kualitas irigasi.

Sebagian petani terpaksa beralih menanam palawija. “Memang tidak semua, tetapi untuk menanam padi hanya disisakan sedikit, cukup untuk konsumsi sendiri,” ujar seorang petani.

Kekhawatiran warga meningkat karena penanaman sawit diduga akan terus melebar.

“Jangan menanam sawit di Toba Sari. Kami pasti selesai kalau sawit dilanjutkan,” kata seorang warga.

Seorang warga bermarga Simanjuntak di Pematang Sidamanik berharap pemerintah segera turun tangan.

“Mohon dihentikan. Jangan sampai semakin meluas. Ini bukan hanya soal kebun teh, tetapi soal lingkungan dan masa depan pertanian kami,” ujarnya.

Hingga kini, warga belum memperoleh penjelasan resmi mengenai kajian lingkungan, dasar perizinan alih fungsi, serta kepastian arah tata ruang kawasan Kebun Teh Sidamanik — ikon perkebunan bersejarah yang kini kian kehilangan bentangnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN